Bagaimana Cara Merencanakan Penilaian Formatif yang Benar?

Bertema.com – Bagaimana Cara Merencanakan Penilaian Formatif yang Benar?

Penilaian formatif sebagai tugas yang dikerjakan oleh peserta didik selama proses pembelajaran agar peserta didik memperoleh umpan balik dari pendidik. untuk memperbaiki capaian belajarnya, terlepas apakah pekerjaan peserta didik tersebut dinilai atau tidak.

Penilaian formatif yang biasa disebut assessment for learning adalah proses mengumpulkan data/informasi/bukti-bukti mengenai sejauh mana (seberapa baik) kemajuan peserta didik

dalam menguasai kompetensi, menginterpretasikan data/informasi tersebut, dan memutuskan kegiatan pembelajaran yang paling efektif bagi peserta didik agar dapat menguasai materi/kompetensi secara optimal.

Penilaian formatif merupakan bagian dari langkah-langkah pembelajaran, dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung yang merupakan bagian dari praktik keseharian pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar di kelas

Pada penilaian formatif yang dilakukan pendidik tidak hanya penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) tetapi juga penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Penilaian sebagai pembelajaran yaitu proses penilaian yang dilakukan pendidik yang memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar. Misalnya dalam bentuk penilaian diri atau penilaian antarteman.

Bagaimana Cara Merencanakan Penilaian Formatif yang Benar?

Prinsip-prinsip Penilaian Formatif

Sejumlah prinsip yang melandasi pelaksanaan penilaian formatif, diantaranya:

a. penilaian formatif terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung;

b. melibatkan peserta didik dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian antar-teman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya);

c. berkenaan tidak hanya dengan kemajuan penguasaan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, tetapi juga motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, gaya belajar, dan kerjasama dalam proses pembelajaran.

Kaitan antara Penilaian Formatif dan Pembelajaran

Penilaian formatif merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar. Seperti disebutkan sebelumnya, penilaian formatif bahkan merupakan bagian dari langkah-langkah pembelajaran yang efektif.

Angelo dan Cross (1993) menyebutkan bahwa melalui penilaian formatif pendidik memperoleh umpan balik dalam hal apa, seberapa banyak, dan seberapa baik peserta didik belajar.

Pendidik selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki proses pembelajarannya sehingga lebih efektif dan efisien.

Berbagai penelitian mengenai keefektifan pendidik menunjukkan bahwa penilaian yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik membuat kemajuan dalam proses pembelajarannya merupakan ciri utama dari pembelajaran yang efektif (Hall dan Burke, 2004).

Penilaian formatif dilaksanakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, dalam satu kali tatap muka, penilaian formatif dapat dilakukan lebih dari satu kali.

Sebagai contoh, pada awal pembelajaran dengan menggunakan teknik respon bersama (choral response) pendidik mengecek penguasaan peserta didik terhadap pengetahuan yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

Di tengah pelajaran pendidik mengecek pemahaman peserta didik terhadap apa yang sedang dipelajarinya hingga pertengahan jam pelajaran itu dengan teknik bertanya.

Selanjutnya, di akhir pelajaran pendidik menggunakan exit slips untuk mengecek penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang dipelajari hingga akhir pelajaran saat itu.

Berdasarkan data dari hasil penilaian formatif pendidik dapat mengetahui bagian mana dari materi/kompetensi yang telah dikuasai dan apakah masih ada bagian yang belum dikuasai dengan baik.

Selanjutnya pendidik langsung memutuskan tindakan yang perlu dilakukan, misalnya mengulang pembelajaran pada bagian materi yang belum dikuasai peserta didik dengan baik,

memperbaiki pembelajaran yang sedang berlangsung dan/atau merancang kegiatan pembelajaran berikutnya berdasarkan hasil penilaian formatif tersebut.

Dengan demikian penilaian formatif menjadikan pembelajaran lebih berkualitas dan lebih menjamin tercapainya tujuan pembelajaran bagi setiap peserta didik.

Agar penilaian formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan, perencanaan penilaian formatif dibuat menyatu dengan perencanaan pembelajaran dalam RPP.

Teknik Penilaian Formatif

Ada banyak teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh (mengelisitasi) informasi/data mengenai kemajuan penguasaan kompetensi peserta didik. baik pada ranah sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang dapat dipakai dalam penilaian formatif.

1. Observasi (Pengamatan)

2. Bertanya (Questioning)

3. Diskusi

4. Exit/Admit Slips

5. Lembar Catatan Belajar Peserta didik

6. Penilaian Diri dan Penilaian Antarteman (Self- dan Peer-Assessment)

7. Latihan Presentasi

8. Peta Konsep

9. Penilaian Kinestetik

10. Papan Bicara

11. Kuis Konstruktif

12. Penugasan

13. Daftar cek

14. Jawaban Bersama

15. Contoh dan Bukan Contoh

16. Tunjuk Lima Jari

17. Menyebutkan hal-hal yang sudah dipelajari

18. Uraian Singkat

19. Ringkasan Singkat

20. Pertanyaan dengan Jawaban Terbuka

21. Memecahkan Masalah

22. Kartu Jawaban

23. Pertanyaan-Pertanyaan yang Dibuat oleh Peserta didik

Bagaimana Cara Merencanakan Penilaian Formatif yang Benar?

Pada saat merencanakan penilaian formatif sebaiknya seorang guru wajib memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Cakupan penilaian

Pendidikan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang optimal sesuai dengan taraf perkembangan dan jenjang pendidikan masing-masing.

Sejalan dengan tujuan tersebut, penilaian formatif mencakup perkembangan penguasaan peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap yang dimaksud meliputi sikap spiritual dan sosial, sementara pengetahuan terdiri atas pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

yang melibatkan proses kognitif mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Selanjutnya keterampilan mencakup keterampilan berfikir dan bertindak (kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif).

2. Fokus penilaian

Dalam praktik, pendidik biasanya berusaha dengan terencana menanamkan beberapa butir nilai karakter, membelajarkan sejumlah pengetahuan,

dan mengembangkan keterampilan-keterampilan tertentu sesuai tuntutan kompetensi dasar melalui suatu pembelajaran yang dirancang dalam RPP.

Oleh karenanya, fokus penilaian formatif adalah beberapa butir nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan tersebut.

Meskipun demikian, dalam hal penilaian formatif sikap, mempertimbangkan bahwa penanaman nilai-nilai sikap memerlukan waktu yang lama (biasanya tidak cukup dengan pembelajaran yang dirancang pada sebuah RPP). nilai-nilai karakter yang ditanamkan melalui pelajaran sebelumnya juga dapat menjadi fokus penilaian formatif.

Bahkan penilaian formatif sikap dapat selalu mencakup semua butir nilai sikap yang ditanamkan pada semester yang sedang berjalan.

Sementara itu, penilaian formatif pengetahuan dan keterampilan umumnya difokuskan pada beberapa butir pengetahuan dan keterampilan sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran pada RPP.

3. Waktu pelaksanaan penilaian

Umumnya penilaian formatif dapat dilaksanakan pada setiap tahapan pelajaran, yaitu di awal pelajaran (pendahuluan), di tengah pelajaran (inti), dan akhir pelajaran (penutup).

Di awal pelajaran pendidik dapat mengecek penguasaan kompetensi yang dibelajarkan pada pelajaran sebelumnya

untuk menentukan apakah pelajaran hari itu akan langsung dilanjutkan ke bagian berikutnya ataukah perlu mengoptimalkan penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang dipelajari sebelumnya terlebih dahulu.

Selain itu, pada awal pelajaran pendidik juga dapat mengecek pengetahuan awal peserta didik sebelum memulai tahap pembelajaran inti untuk mengetahui seberapa baik peserta didik telah memiliki pengetahuan awal sebagai prasyarat.

Apabila peserta didik belum memiliki prasyarat pengetahuan secara cukup, pendidik dapat memutuskan membekali peserta didik dengan pengetahuan awal sebagai prasyarat tersebut.

Pada tahap inti pelajaran, penilaian formatif dapat dilakukan lebih dari satu kali. Pada dasarnya setiap saat peserta didik yang baru saja mempelajari sesuatu (bagian tertentu dari pelajaran), pendidik dapat mengecek penguasaan mereka sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya.

Di tengah-tengah pelajaran sangat lazim pendidik mengecek penguasaan peserta didik dengan berbagai teknik, misalnya lisan, tulis, atau tugas.

Kegiatan-kegiatan pembelajaran pada kegiatan inti mengikuti sintaks (langkah-langkah pembelajaran) metode pembelajaran aktif yang diterapkan,

misalnya pembelajaran dengan metode ilmiah, project-based learning, problem-based learning, dan inquiry/discovery learning.

Penilaian formatif dapat dilaksanakan di antara langkah-langkah pembelajaran tersebut, terutama setelah peserta didik dibelajarkan untuk memperoleh sikap, pengetahuan, dan/atau keterampilan melalui langkah-langkah pembelajaran mengikuti sintaks metode yang diterapkan.

Pada akhir pelajaran (penutup), pendidik dapat mengecek penguasaan peserta didik atas kompetensi yang telah dipelajari hari itu.

Hasil penilaian formatif pada akhir pelajaran digunakan untuk menentukan kegiatan pembelajaran berikutnya yang tepat.

Setiap penilaian formatif mencakup langkah-langkah elisitasi data/informasi mengenai kemajuan penguasaan kompetensi peserta didik, interpretasi atas data/informasi tersebut, dan tindakan (umpan balik) berdasarkan hasil interpretasi data/informasi yang diperoleh dari penilaian formatif.

4. Memilih teknik yang tepat

Beberapa teknik dapat digunakan untuk memantau kemajuan penguasaan baik sikap, pengetahuan, maupun keterampilan.

Beberapa lainnya lebih cocok untuk mengetahui kemajuan penguasaan peserta didik dalam sikap, pengetahuan, atau keterampilan saja, atau sikap dan pengetahuan, sikap dan keterampilan, atau pengetahuan dan keterampilan.

Pendidik perlu memilih teknik yang tepat digunakan.

Dalam kaitannya dengan keefektifannya untuk memperoleh data, penilaian formatif sikap dapat dilakukan dengan beberapa teknik, misalnya teknik observasi, penilaian diri sendiri, penilaian antarteman, dan daftar cek.

Teknik yang mungkin kurang cocok untuk penilaian formatif pengetahuan adalah penilaian antarteman. Peserta didik mungkin kurang percaya diri menilai perkembangan penguasaan pengetahuan teman sebayanya.

Sementara itu, penilaian formatif keterampilan dapat dilakukan dengan sejumlah teknik, antara lain observasi, diskusi, latihan presentasi, penilaian kinestetik, dan daftar cek.

Baca:

1. Model Penilaian Formatif pada Pembelajaran Abad 21

2. Pembelajaran Abad 21 – Pengertian Prinsip dan Metodenya.

3. Langkah-Langkah Metode Ilmiah dalam Pembelajaran Abad 21

4. Langkah-Langkah Inquiry-Discovery Learning dalam Pembelajaran Abad 21

5. Langkah-Langkah Project-Based Learning dalam Pembelajaran Abad 21

6. Langkah-Langkah Problem-Based Learning dalam Pembelajaran Abad 21

Demikian informasi terkait Bagaimana Cara Merencanakan Penilaian Formatif yang Benar?, semoga bermanfaat.

Rujukan: Model Penilaian Formatif Pembelajaran Abad 21

%d bloggers like this: