Buku Murid Buku Guru Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C Kurikulum Merdeka

Bertema.com – Buku Murid Buku Guru Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C Kurikulum Merdeka.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C Kurikulum Merdeka merupakan salah satu bentuk perangkat ajar yang digunakan guru

untuk melaksanakan pembelajaran dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C dikemas dalam bentuk Buku Teks Buku Murid /Buku siswa dan disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan murid.

Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Belajar

Pembelajaran sesuai tahap capaian belajar murid (teaching at the right level) adalah pendekatan belajar yang berpusat pada kesiapan belajar murid, bukan pada tingkatan kelas.

Apa tujuan pembelajaran ini?

  • Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hadjar Dewantara yang berpusat pada muri
  • Menguatkan kompetensi numerasi dan literasi murid
  • Agar setiap murid mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan

Bagaimana pembelajaran dilakukan?

Murid dalam fase perkembangan yang sama bisa memiliki tingkat pemahaman dan kesiapan yang berbeda. Karena itu, pada model pembelajaran ini, cara dan materi pembelajaran divariasikan berdasarkan tingkat pemahaman dan kesiapan murid.

Apa itu fase perkembangan?

Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai murid, yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhannya.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 1-2 Fase-A

Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar dalam Kurikulum Merdeka terdiri atas:

1. Modul Ajar

2. Buku Murid dan Buku Guru [Buku Teks]

3. Bahan Ajar

MODUL AJAR

Konsep Modul Ajar
  • Modul ajar merupakan salah satu jenis perangkat ajar.
  • Satuan pendidikan yang menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP Plus, karena modul ajar tersebut memiliki komponen yang lebih lengkap dibanding RPP.
  • Jika satuan pendidikan mengembangkan modul ajar secara mandiri, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP.
  • Satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai perangkat ajar termasuk modul ajar atau RPP dengan kelengkapan komponen dan format yang beragam sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Tujuan pengembangan modul ajar

Mengembangkan perangkat ajar yang memandu pendidik melaksanakan pembelajaran.

Pendidik memiliki kemerdekaan untuk:

  • memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah untuk menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik peserta didik, atau
  • menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Kriteria yang harus dimiliki modul ajar adalah:

1. Esensial: Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.

2. Menarik, bermakna dan menantang: Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar. Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.

3. Relevan dan kontekstual: Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks waktu dan tempat peserta didik berada.

4. Berkesinambungan: Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik.

Komponen Modul Ajar

Yang dimaksud Komponen modul ajar adalah dasar dalam penyusunan modul ajar dan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.

Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhannya.

Tidak semua komponen berikut wajib tercantum dalam modul ajar yang dikembangkan oleh pendidik.

Pendidik di satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.

Komponen modul ajar terdiri dari tiga bagian besar:

1. Informasi Umum

Identitas Modul

Informasi tentang modul ajar yang terdiri dari:

  • Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya modul ajar
  • Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
  • Kelas
  • Alokasi waktu (penentuanya sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)
Kompetensi Awal

Yang dimaksud dengan Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/ atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu.

Profil Pelajar Pancasila

Yang dimaksud dengan Profil Pelajar Pancasila adalah tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik.

Profil Pelajar Pancasila dapat tercermin dalam konten dan/ atau metode pembelajaran.

Dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu dicantumkan seluruhnya,

tapi dapat dipilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran.

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran. Hal ini terlihat dengan jelas di dalam:

  • materi/isi pelajaran
  • pedagogi dan/atau
  • kegiatan projek
  • asesmen

Setiap modul ajar mencakup satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan.

Sarana dan Prasarana

Yang dimaksud dengan Sarana dan prasarana adalah fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Sarana artinya alat dan bahan yang digunakan.

Prasarana adalah materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, baik dengan keterbatasan atau kelebihan.

Teknologi juga termasuk sarana dan prasarana yang perlu dimanfaatkan untuk pembelajaran yang lebih dalam dan bermakna.

Target Peserta Didik

Terapat 3 (Tiga) kelompok target peserta didik yaitu:

1. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

2. Peserta didik dengan kesulitan belajar seperti gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya (misalnya dengan audio). kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.

3. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan mampu memimpin.

Model Pembelajaran

Yang dimaksud dengan Model pembelajaran adalah model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran.

Modelnya pun beragam, mulai dari model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

2. Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran

Pada Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.

Selain itu, tujuan pembelajaran akan menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.

Tujuan pembelajaran pun bisa berbagai bentuk, mulai dari pengetahuan (fakta dan informasi), prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

Pemahaman Bermakna

Yang dimaksud Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan didapatkan peserta didik setelah proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna: Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.

Pertanyaan Pemantik

Adapun Pertanyaan pemantik bertujuan untuk memandu siswa mendapatkan pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pertanyaan ini dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik.

Misalnya, pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut:

  • Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?
  • Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?
Kegiatan Pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah konkret, yang disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, dalam tiga tahap, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

Asesmen

Keperluan Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan.

Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Ada 3 jenis asesmen:

a. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)

b. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)

c. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif)

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:

  • Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.
  • Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)
  • Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).
Pengayaan dan Remedial

Yang dimaksud Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi supaya mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Saat merancang kegiatan pengayaan, Anda perlu memperhatikan diferensiasi, contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang.

Baca Juga: LENGKAP: Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Bahasa Indonesia Kelas 5-12 Kurikulum Merdeka

3. Lampiran

a. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik, termasuk peserta didik nonreguler.

b. Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik

Bahan bacaan guru dan peserta didik bisa digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

c. Glosarium

Glosarium adalah kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal lengkap dengan definisi dan artinya. Biasanya glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

d. Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar.

Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)

BAHAN AJAR

Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisi materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik.

Suatu bahan ajar juga harus dirancang dan ditulis menggunakan kaida instruksional, karena akan digunakan oleh guru dan para pelajar untuk menunjang proses belajar mengajar.

Dalam kata lain, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C Kurikulum Merdeka

Tujuan Pembuatan Bahan Ajar

Secara umum, pembuatan bahan ajar bertujuan sebagai berikut:

1. Memenuhi kebutuhan anak didik sesuai kurikulum

Tujuan utama pembuatan bahan ajar adalah menyediakan materi pembelajaran yang dibutuhkan para peserta didik sesuai kurikulum,

yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik, setting atau lingkungan sosial peserta didik.

Adapun yang dimaksud dengan kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan.

Kurikulum biasanya berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.

2. Membantu memberikan alternatif bahan ajar untuk anak didik

Pembuatan bahan ajar juga bertujuan membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif materi pembelajaran.

Karena, terkadang buku pelajaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kompetensi para anak didik sulit diperoleh.

Dalam hal ini, alternatif merupakan pilihan lain dari buku pelajaran yang dibutuhkan dalam memenuhi kurikulum. Misalnya, guru menyediakan bahan ajar berupa LKPD atau lainnya sebagai alternatif.

3. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran

Pembuatan bahan ajar juga membantu memudahkan tenaga pendidik atau guru dalam proses belajar mengajar.

Belajar mengajar adalah suatu proses atau usaha seorang tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tingkah laku anak didiknya menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, belajar mengajar juga rangkaian aktivitas untuk mengatur sebuah lingkungan sehingga membuat peserta didik bisa belajar lebih baik.

Dalam hal ini, pembuatan bahan ajar akan membantu guru dalam menuntun para peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya melalui proses belajar mengajar.

BUKU GURU DAN BUKU MURID [BUKU TEKS]

Terdiri atas buku teks utama dan buku teks pendamping. Sedangkan Buku teks utama merupakan buku pelajaran yang digunakan dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Buku siswa merupakan buku pegangan bagi peserta didik, sedangkan buku panduan guru merupakan panduan atau acuan bagi pendidik untuk melaksanakan pembelajaran berdasarkan buku siswa tersebut.

Buku teks utama yang fleksibel dan kontekstual dapat berbentuk cetak dan digital, serta dapat disajikan dalam bentuk modular.

Dan Buku teks utama diimplementasikan secara terbatas di satuan pendidikan pelaksana Kurikulum Merdeka, dalam rangka pemulihan pembelajaran.

Salah satu perangkat ajar wajib adalah Buku Guru dan Buku Murid. Ini merupakan sarana pendukung yang sudah disiapkan oleh Kemendikbudristek.

Akses gratis buku pelajaran resmi

Dapatkan akses buku, buku teks pelajaran maupun buku non teks, langsung dari Pusat Perbukuan, Kemdikbud.

Bapak/ibu guru dapat mengakses buku dalam berbagai format seperti PDF, audio, dan interaktif.

Dapatkan “update” buku teks pelajaran, berdasarkan kurikulum yang berlaku, buku Kurikulum 2013 (K-13) dan Kurikulum Merdeka.

Pengadaan buku sekolah

Bapak/Ibu dapat melihat berbagai judul buku referensi yang “layak” berdasarkan hasil penilaian Pusat Perbukuan untuk kebutuhan pengadaan buku sekolah.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C Kurikulum Merdeka dapat Anda unduh melalui tautan di bawah ini.

Bahasa Indonesia Kelas 5 Kurikulum Merdeka

1. Materi Bahasa Indonesia Bab 1 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

2. Materi Bahasa Indonesia Bab 2 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

3. Materi Bahasa Indonesia Bab 3 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

4. Materi Bahasa Indonesia Bab 4 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

5. Materi Bahasa Indonesia Bab 5 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

6. Materi Bahasa Indonesia Bab 6 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

7. Materi Bahasa Indonesia Bab 7 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

8. Materi Bahasa Indonesia Bab 8 Kelas 5 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

Bahasa Indonesia Kelas 6 Kurikulum Merdeka

1. Materi Bahasa Indonesia Bab 1 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

2. Materi Bahasa Indonesia Bab 2 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

3. Materi Bahasa Indonesia Bab 3 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

4. Materi Bahasa Indonesia Bab 4 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

5. Materi Bahasa Indonesia Bab 5 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

6. Materi Bahasa Indonesia Bab 6 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

7. Materi Bahasa Indonesia Bab 7 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

8. Materi Bahasa Indonesia Bab 8 Kelas 6 ¦ Buku Murid [Unduh] Buku Guru [Unduh]

Buku Murid Buku Guru Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka lengkap [dalam bentuk 1 buku] dapat anda unduh melalui tautan berikut ini:

1. Buku Murid Bahasa Indonesia Kelas 5 [Unduh] ¦ Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 5 [Unduh

2. Buku Murid Bahasa Indonesia Kelas 6 [Unduh] ¦ Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 6 [Unduh

Materi Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk Fase dan Kelas lainnya dapat anda unduh melalui tautan berikut ini.

1. Materi Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1-2 Kurikulum Merdeka [Unduh]

2. Materi Bahasa Indonesia Fase B Kelas 3-4 Kurikulum Merdeka [Unduh]

3. Materi Bahasa Indonesia Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka [Unduh]

4. Materi Bahasa Indonesia Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka [Unduh]

5. Materi Bahasa Indonesia Fase F Kelas 11-12 Kurikulum Merdeka [Unduh]

Baca Juga:

1. LENGKAP: RPP Plus Modul Ajar Jenjang SD SMP SMA Kurikulum Merdeka

2. SUPER LENGKAP: Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Kurikulum Merdeka Fase A-F Kelas 5-12 Semua Mapel

3. Capaian Pembelajaran PAUD Sekolah Penggerak

Semoga Materi Bahasa Indonesia Kelas 5-6 Fase-C Kurikulum Merdeka, dapat membantu murid dalam belajar.

%d bloggers like this: