Cara Menyusun Kisi Kisi Soal Tes Prestasi Belajar

Bertema.com-Cara Menyusun Kisi Kisi Soal Tes Prestasi Belajar.

Implementasi Kurikulum 2013 atau K13 menuntut para guru untuk lebih meningkatkan kompetensi di dalam melaksanakan tugasnya.

Guru profesional harus memiliki empat kompetensi yang terdiri atas kompetensi profesonal, pedagogik, sosial, dan kepribadian.

Kompetensi profesional menyangkut perihal penguasaan materi pembelajaran.

Cakupan penguasaan materi meliputi kurikulum mata pelajaran dan substansi keilmuannya serta penguasaan terhadap metodologinya.

Kompetensi pedagogik merujuk kepada pemahaman guru terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Selain itu kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan penilaian serta membantu peserta didik untuk mengaktualisasikan dirinya.

Kompetensi Sosial merujuk kepada kemampuan guru dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, rekan sejawat dan stakehoder sekolah.

Sedangkan kompetensi kepribadian merujuk kepada kemampuan personal guru yang tercermin dalam pribadi yang mantap, dewasa, arif, berwibawa.

Dengan demikian guru dapat menjadi contoh suri tauladan bagi peserta didik.

Cara Menyusun Kisi Kisi Soal Tes Prestasi Belajar.

Dengan menyandang gelar sebagai tenaga profesional, maka guru memiliki tugas dan tanggungjawab yang cukup berat.

Memang disadari atau tidak bahwa hasil kerja dari seorang guru tidak serta merta dapat dilihat seketika itu.

Namun hasil kerja guru merupakan investasi dalam jangka panjang.

Artinya keberhasilan seorang guru dala mendidik tidak hanya dilihat dari perolehan nilai hasil belajarnya semata.

Lebih dari itu, mampukah peserta didik bersaing dalam menghadapi era globalisasi dalam rangka mendulang masa depannya.

Sehingga tidaklah berlebihan apabila guru dianggap sebagai salah satu penentu keberhasilan peserta didik di masa yang akan datang.

Salah satu tugas professional guru adalah merencanakan, menyusun, mengembangkan dan melaksanakan penilaian berserta instrumennya.

Sebagai seorang guru, menyusun soal atau instrumen penilaian adalah hal yang biasa dan sudah sering dilakukannya.

Permasalahannya adalah apakah soal atau instrumen penilaian yang disusun itu berkualitas atau tidak.

Nah, agar instrumen penilaian yang disusun memiliki kualitas yang memadai maka guru harus memahami langkah-langkah penyusunan soal.

Sebagai langkah awal yang harus dipahami oleh guru adalah penyusunan kisi-kisi soal.

Cara Menyusun Kisi Kisi Soal Tes Prestasi Belajar

Kisi-kisi merupakan matrik berisi informasi yang akan dijadikan pedoman dalam menulis dan merakit soal menjadi instrumen penilaian.

Dengan adanya kisi-kisi, penulis soal dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan penilaian.

Selain itu dapat mempermudah dalam menyusun perangkat penilaian.

Kisi -kisi yang baik dapat memudahkan dalam menyusun berbagai paket tes dengan tingkat kesulitan, kedalaman, dan cakupan materi yang sama.

Kisi-kisi soal yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

(1) Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.

(2) Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.

(3) Dapat dibuat soal sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Pemilihan materi dalam penyusunan kisi-kisi hendaknya memperhatikan empat aspek berikut:

(1) Urgensi,

secara teoretis materi yang akan diujikan mutlak harus dikuasai dan memiliki nilai manfaat bagi peserta didik.

(2) Relevansi,

materi yang dipilih memiliki keterkaitan dengan materi lainnya dan sangat diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang lain.

(3) Kontinuitas,

materi yang dipilih merupakan kesinmabungan dan materi lanjutan atau pendalaman materi sebelumnya. Baik yang dipelajari pada jenjang yang sama maupun antar jenjang.

(4) Kontekstual,

materi memiliki daya terapan dan nilai guna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari serta bersifat kekinian.

Baca Juga: Cara Menyusun Soal USBN dengan Higher Order Thinking Skills.

Dalam rangka penulisan soal tes bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar, seperti penilaian harian, penilaian tengah semester, dan kenaikan kelas.

Pembuat soal perlu melakukan analisis terhadap kompetensi inti (KI)dan kompetensi dasar (KD) pada kurikulum menjadi indikator.

Berdasarkan indikator ini, penulis soal dapat mengetahui kemampuan siswa yang akan diukur.

Sehingga paket soal yang disusun merupakan deskripsi kompetensi siswa terhadap materi tertentu dalam kurikulum.

Higher Order Thinking Skills

Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills).

Karena berpikir tingkat tinggi dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran.

Peran soal Higher Order Thinking Skills dalam penilaian adalah meningkatkan mutu penilaian, membangun rasa cinta dan peduli peserta didik terhadap kemajuan daerahnya.

Selain itu dengan soal Higher Order Thinking Skills dapat memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar sebagai bekal terjun ke masyarakat.

Materi penilaian berupa bahan ajar yang harus dikuasai peserta didik berdasarkan kompetensi dasar yang akan diukur.

Dengan bahan ajar yang dapat membangun kemampuan berpikir kreatif, inovatif, kritis, dan toleran.

Serta kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi esensial yang dapat dilatih berbasis pembelajaran dan penilaian kelas.

Penentuan materi esensial yang akan dijadikan indikator perlu dilakukan secara teliti dan hati-hati.

Pemilihan materi yang keliru dapat berpengaruh terhadap perumusan butir soalnya.

Hal ini akan mengaburkan tujuan penilaian yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Cara Menyusun Kisi Kisi Soal Tes Prestasi Belajar.

Indikator merupakan ciri-ciri perilaku yang dapat diukur sebagai petunjuk untuk membuat soal.

Pada indikator harus mengandung unsur Audience (peserta didik), Behaviour (perilaku), Condition (kondisi) dan Degree (tingkat).

Selain itu juga dituntut ketepatan dalam menentukan kata kerja operasional (KKO) yang berguna untuk mengetahui level kognitif yang akan diuji.

Langkah terakhir adalah merakit soal berdasarkan indikator yang telah dibuat.

Pada kurikulum 2013 (K13) diharapak dalam menyusun soal harus pada level Hight Order Tinking Skill.

Keterampilan berfikir tingkat tinggi ini sudah dilakukan pada saat proses pembelajaran di kelas.

Sedangkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh penulis soal dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator adalah sebagai berikut berikut:

(1) Memilih kompetensi dasar yang akan diukur.

(2) Menentukan materi (bahan ajar) yang esensial.

(3) Membuat indikator yang mengacu pada kompetensi dasar dengan memperhatikan konteks/materi yang dipilih.

(4) Menulis soal berdasarkan indikator yang dibuat.

Format Kisi-Kisi

Adapun format kisi-kisi penulisan soal memuat identitas kisi-kisi dan matrik spesifikasi rumusan butir soal.

Pada Identitas minimal memuat nama satuan pendidikan, mata pelajaran, program studi (jika ada).

Serta tercantum juga kurikulum, alokasi waktu, dan jumlah dan bentuk soal serta penyusun soal.

Sedangkan pada matrik, spesifikasi setidaknya mencakup kompetensi Inti dan Dasar (KI/KD).

Juga terdapat materi, kelas dan semester, indikator, bentuk soal, dan nomor soal.

Contoh format kisi-kisi penulisan soal dapat anda download disini.

Pada Kurikulum 2013 (K13), KI dan KD telah disediakan sehingga tidak perlu menyusunnya.

Sedangkan untuk materi dan indikator, penulis kisi-kisi harus merumuskan.

Sebagai referensi dapat menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Silabus.

Namun yang perlu diperhatikan bahwa indikator yang terdapat dalam RPP dan silabus tidak mesti bisa dijadikan indikator untuk penulisan kisi-kisi.

Indikator yang dikembangkan dalam RPP dan silabus adalah indikator pencapaian kompetensi (IPK) untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.

Indikatornya dapat dipergunakan untuk keperluan penyusunan kisi-kisi Penilaian Harian (PH).

Jadi yang harus diperhatikan adalah pemanfaatan kisi-kisi itu disusun untuk fungsi penilaian formatif atau sumatif.

Beda halnya apabila kisi-kisi disusun untuk kepentingan ujian, sebagai dasar penyusunan indikator adalah standar kompetensi lulusan atau SKL.

Jadi kesimpulannya adalah kisi-kisi yang baik adalah kisi yang memenuhi ketentuan di atas, serta memperhatikan tujuan penilaiannya.

Demikianlah informsi terkait Cara Menyusun Kisi Kisi Soal Tes Prestasi Belajar, semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: