Kisi Kisi UN SMP MTS SMPLB tahun 2019

Bertema.com – Kisi Kisi UN SMP MTS SMPLB Tahun 2019.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019.

Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal Ujian Nasional UN.

Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.

Kebijakan Ujian Nasional UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan UN pada tahun 2018.

Bentuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat, dan penerapan soal UN berorientasi pada penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Diharapkan para guru di masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian.

Terkait dengan pelaksanaan Ujiaan Nasional UN, BSNP akan segera merilis POS UN dengan tentunya mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait.

POS tersebut  merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan Ujian Nasional UN.

Memasuki semester genap tahun pelajaran 2018/2019 sebagian besar sekolah mulai jenjang SD, SMP, SMA/SMK pasti disibukkan dengan persiapan Ujian.

Pada jenjang SD persiapan fokus pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional-USBN. Sedangkan pada jenjang SMP, SMA dan SMK mempersiapkan diri untuk UN, US, dan USBN.

Kisi Kisi UN SMP MTS SMPLB Tahun 2019

Berbagai macam persiapan dilakukan oleh pihak sekolah bersama stakeholder dengan harapan sukses pelaksanaan dan sekses hasil ujian nasional.

Meskipun hasil Ujian Nasional – UN sudah tidak menjadi penentu kelulusan, namun kegagalan dalam UN akan menjatuhkan nama sekolah.

Oleh sebab itu pihak sekolah tetap berusaha agar nilai hasil Ujian Nasinal – UN sangat memuaskan.

Suatu hal yang lazim dilakukan oleh sekolah agar nilai UN-nya memuaskan adalah dengan mengadakan tambahan jam pelajaran atau les.

Peserta didik diberi materi tambahan terutama latihan-latihan soal ujian nasional – UN sesuai jenjang pendidikannya.

Pada kesempatan ini admin akan membagikan kisi-kisi Ujian Nasional UN pada jenjang SMP MTs SMPLB tahun pelajaran 2018/2019.

Mata pelajaran yang di-UN-kan meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – IPA.

Bermacam-macam latihan soal diberikan oleh guru, misalnya dengan berlatih mengerjakan soal Ujian Nasional-UN tahun yang lalu.

Ada pula yang menyarankan agar peserta didik membeli buku prediksi Ujian Nasional yang berisi kumpulan latihan soal.

Selain itu terdapat kegiatan bedah kisi-kisi Ujian Nasional – UN. Biasanya kegiatan ini dikoordinir oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran-MGMP ataupun oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah-MKKS.

Kisi Kisi UN SMP MTS SMPLB Tahun 2019

Tujuan dari bedah kisi-kisi Ujian Nasional-UN adalah untuk mengetahui sejauh mana materi esensial yang dimungkinkan muncul menjadi soal UN.

Jadi kegiatan ini bertujuan untuk mencari celah materi yang dapat dijadikan bahan untuk pembelajaran di sekolah.

Dengan demikian tambahan jam pelajaran dapat dilakukan dengan terarah sesuai kisi-kisi Ujian Nasional-UN.

Namun sayangnya sekolah terkadang melupakan kegiatan yang sama untuk mata pelajaran Ujian Sekolah- US dan USBN.

Padahal kenyataan sekarang ini adalah Nilai US dan USBN yang digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Baca juga: Memaknai hakikat Ujian Nasional UN dan USBN

Kisi-kisi disusun berdasar tujuan penggunaan tes.

Melalui kisi-kisi dapat diketahui arah dan tujuan setiap soal.

Selain itu kisi-kisi juga dapat diartikan test blue-print yaitu deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan.

Wujudnya adalah sebuah tabel yang memuat tentang perperincian materi dan tingkah laku beserta proporsi yang dikehendaki oleh penilai.

Kisi-kisi yang baik minimal harus mengacu pada kurikulum yang berlaku, komponennya jelas, dan dapat dibuat soal.

Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup materi dan sebagai petunjuk dalam menulis soal.

Kisi-kisi digunakan sebagai pedoman dalam penulisan soal sehingga mampu menghasilkan soal sesuai dengan tujuan tes.

Sebagai pedoman dalam perakitan butir soal hingga terhimpun menjadi perangkat tes yang siap digunakan.

Sedangkan komponen yang harus ada dalam kisi-kisi terbagi dalam dua kelompok.

Pertama, kelompok identitas meliputi jenis lembaga pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran, kurikulum acuan, bentuk soal dan jumlah soal.

Kedua, berupa matrik yang terdiri atas kolom kompetensi dasar, materi esensial, indikator dan nomor soal.

Kisi Kisi UN SMP MTS SMPLB Tahun 2019

Kompetensi dasar merupakan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik setelah menerima materi pembelajaran.

Selain itu Kompetensi dasar yang harus dimasukkan pada kisi-kisi dikutip dari silabus atau kurikulum sesuai mata pelajarannya.

Materi esensial berupa bahan ajar yang disesuaikan dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai.

Materi ini mengacu pada indikator pencapaian kompetensi-IPK selama proses pembelajaran. Adapun ciri-ciri materi esensial antara lain:

  • merupakan materi penting yang harus dikuasi peserta didik;
  • materi tersebut memiliki nilai terapan dalam kehidupan sehari-hari;
  • memiliki keterkaitan dengan materi pada mata pelajaran lainnya;
  • berkesinambungan dan dipelajari pada setiap jenjang kelas.

Indikator merupakan perilaku yang mudah diukur sebagai pedoman dalam menyusun soal.

Dalam menyusun indikator disesuikan dengan karakterisktik peserta didik, matapelajaran dan kearifan lokal.

Selain itu dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang mudah diukur atau diamati.

Di dalam menyusun indikator yang baik harus memuat unsur A, B, C, D.

Artinya dalam merumuskan indikator harus terdapat Audience (peserta didik), behavour (perilaku), Condition (prasyarat), dan Degree (tingkatan).

Yang tidak kalah pentingnya dalam penyusunan indikator adalah harus dapat dibuat soal.

Contoh indikator mata pelajaran IPS jenjang SMP kelas 9 semester gasal:

“Disajikan sebuah peta Indonesia, peserta didik mampu menjukkan wilayah Republik Indonesia hasil perjanjian Linggajati dengan benar”.

Pada contoh indikator di atas dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional dan telah terdapat unsur A, B, C, dan D.

Buktinya: Disajikan sebuah peta Indonesia – A, peserta didik -B.  Mampu menjukkan wilayah Republik Indonesia hasil perjanjian Linggajati – B,  dengan benar – D.

Kisi Kisi UN SMP MTS SMPLB Tahun 2019

Soal merupakan seperangkat pertanyaan yang dirakit berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun.

Bentuk soal untuk Ujian Nasional pada jenjang SMP MTs adalah pilihan ganda dimana seluruh soalnya disusun oleh pusat. Dengan jumlah option atau pilihan kawaban sebanyak 4 (empat) buah.

Sebetulnya bentuk soal pilihan ganda dan uraian masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Berikut kelebihan dan kekuranganbentuk soal piliha ganda:

Kelebihannya:

  • dapat digunakan untuk mengukur berbagai level kognisi peserta didik.
  • cakupan materi yang diujikan luas.
  • penskorannya mudah, cepat dan obyektif.
  • reliabilitasnya tinggi.

Kekurangannya:

  • perumusan butir soal butuh waktu yang relatif lama.
  • susah menentukan option sebagai distraktor atau pengecoh.
  • peserta ujian memiliki peluang untuk menebak pilihan jawaban.

Sedangkan bentuk soal uraian:

Kelebihannya:

  • mudah dan cepat dalam merakit soal.
  • dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik.
  • peserta ujian tidak memiliki kesempatan untuk menebak jawaban.

Kekurangannya:

  • materi yang ditanyakan terbatas.
  • butuh waktu lama untuk koreksi.
  • muncul subyektifitas dalam penskoran.
  • reliabilitasnya rendah.

Langkah penyusunan soal di atas dapat digunakan oleh para guru dalam merakit soal untuk Ujian Sekolah-US.

Selain itu dalam menyusun perangkat soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional-USBN juga wajib berpedoman pada kisi-kisi di atas.

Karena naskah soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional-USBN 20%-25% disusun oleh pusat, sedangkan 75%-80% disusun oleh daerah.

Namun demikian perangkat soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional-USBN disusun oleh daerah masing-masing.

Biasanya penyusunan soalnya dilakukan oleh kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kabupaten/kota.

Sedangkan penyusunan perangkat soal Ujian Nasional-UN sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Pihak sekolah penyelenggara tinggal menerima naskah untuk diujikan.

Perlu admin informasikan juga bahwa terdapat dua jenis Ujian Nasional-UN, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP).

Namun secara bertahap pemerintah akan memberlakukan UNBK secara menyeluruh.

Keunggulan pelaksanaan UNBK antara lain Indeks Integritas Ujian Nasional tinggi dan tingkat kecurangan menjadi rendah.

Kisi-kisi UN dan USBN tahun ini terdiri atas dua jenis, yaitu kisi-kisi yang mengacu pada Kurikulum 2006 dan 2013.

Hal ini dilakukan karena belum semua sekolah di Indonesia menerapkan kurikulum 2013.

Kita semua tahu bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 pernah terhenti sementara, namun secara bertahap semua sekolah wajib menerapkan Kurikulum 2013.

Kisi-kisi Ujian Nasiona UN untuk Jenjang SMP, MTs, dan SMPLB dapat anda unduh di sini.

Demikianlah sekilas informasi terkait Kisi Kisi UN SMP MTS SMPLBTahun 2019. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *