Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Individual PPI, Wajib Dipahami Guru

Bertema.com – Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Individual PPI.

Program Pembelajaran Individual (PPI) dilaksanakan agar peserta didik berkebutuhan khusus dapat terfasiltasi dengan baik sesuai dengan karakteristiknya, dan kebutuhannya.

Dengan melaksanakan Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Individual PPI, para guru dapat melaksanakan tugasnya dengan benar.

Pendidikan adalah hak yang paling mendasar bagi setiap orang, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK).

Setiap satuan pendidikan menengah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif yang wajib menerima peserta didik berkebutuhan khusus.

Kebijakan tersebut membuka kesempatan belajar bagi ABK atau warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan atau sosial untuk memperoleh pendidikan khusus,

serta warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus atau sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Individual PP

Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Individual PP

Keberadaan dan Keberagaman Peserta Didik di Sekolah

Dalam proses pendidikan, ABK dapat belajar baik di sekolah khusus atau sekolah luar biasa maupun sekolah reguler yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus atau sekolah inklusi.

Sekolah inklusi adalah sekolah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk belajar bersama atau bergabung dengan peserta didik-peserta
didik pada umumnya (tidak berkebutuhan khusus).

Setiap anak mempunyai kemampuan, latar belakang, kebiasaan, minat, bakat dan motivasi yang berbeda-beda dalam memahami pengalaman belajarnya,

karena itu, dalam pendidikan, baik di sekolah khusus maupun sekolah inklusi, setiap ABK mempunyai kebutuhan yang khusus di samping kebutuhan yang sama.

Untuk mendukung pendidikan yang sesuai dengan konteks situasi, kondisi, dan kebutuhan belajar anak berkebutuhan khusus, diperlukan penanganan yang berbeda–beda.

ABK, pada umumnya, memerlukan sistem pembelajaran individual selain pembelajaran klasikal.

Pembelajaran individual yang dimaksud adalah individualisasi pembelajarannya, atau pembelajaran yang diberikan secara khusus oleh guru kepada peserta didik

meskipun mereka belajar bersama atau belajar bersama-sama dalam kelompok kelas atau pembelajaran klasikal.

Layanan pembelajaran secara individual ini biasa kita sebut sebagai program pembelajaran yang diindividualisasikan atau program pembelajaran individual (PPI).

Layanan bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Guru belum memberikan layanan pendidikan ABK secara optimal di sekolah khusus atau sekolah luar biasa dan sekolah inklusi,

Padahal, ABK sangat memerlukan layanan pendidikan sesuai dengan karakteristiknya.

Beberapa guru memberikan layanan pendidikan disamaratakan untuk satu (rombongan) kelas tanpa melihat perbedaan kemampuan awal anak.

Bahkan, masih banyak guru yang menganggap layanan individual melalui program pembelajaran individual (PPI) memerlukan waktu dan merepotkan.

Guru juga sering kali tidak percaya diri untuk membuat layanan individual karena kurang pengetahuan atau wawasan terkait dengan PPI.

PPI sering tidak berkaitan dengan kurikulum reguler, ‘mengisolasi’ peserta didik berkebutuhan khusus,

memberi beban kerja tambahan kepada guru, teacher oriented, dan hanya terpusat pada keterampilan tertentu dari pada aspek kognitif pembelajaran.

Baca Juga: Tugas Pokok Guru Sesuai Permendikbud 15 Tahun 2018

Pentingnya Program Pembelajaran Individual PPI

Dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah Indonesia mengenai penerapan pendidikan inklusif di beberapa sekolah percontohan, kebutuhan informasi untuk menyusun dan
melaksanaan PPI semakin meningkat.

Hal ini tidak hanya terjadi di antara para guru, kepala sekolah, dan tim ahli, tetapi juga di pihak orang tua dari peserta didik berkebutuhan khusus.

PPI menjamin akuntabilitas guru yang bertanggung jawab untuk memberikan instruksi dan target kurikulum yang jelas yang harus dipenuhi dan dimonitor.

Program Pembelajaran Individual PPI juga dapat melengkapi kekurangan pada kurikulum reguler yang tidak secara komprehensif memuat area yang relevan dengan kehidupan peserta didik berkebutuhan khusus.

Selain itu, PPI memberikan struktur pembelajaran yang sistematis untuk membantu para pendidik memusatkan diri pada area pembelajaran yang penting sesuai kemampuannya.

Panduan Penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) dapat Anda unduh DISINI.

Program Pembelajaran Individual (PPI) Pengertian, Prinsip dan Fungsinya

PENGERTIAN

Program Pembelajaran Individual (PPI) juga dikenal dengan the Individualized Education Program (IEP) diprakarsai oleh Samuel Gridley Howe pada tahun 1871.

IEP merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan bagi peserta didik dengan status ABK.

Bentuk pembelajaran ini merupakan satu rancangan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus

agar mereka mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya dengan lebih memfokuskan pada kemampuan dan kelemahan kompetensi peserta didik.

PPI sudah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1992, merupakan perjanjian tertulis antara orang tua siswa

dan sekolah tentang kebutuhan siswa dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut (Hallahan dan Kauffaman, 1996).

Pada dasarnya, kontrak layanan yang akan diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) tersebut

harus dirancang dan ditulis oleh multi-disciplinary team (MDT) yang bekerja sama dengan orang tua dan peserta didik itu sendiri.

PPI harus mendapat persetujuan orang tua karena mereka diharapkan dapat terlibat dalam perancangannya hingga tidak menutup kemungkinan hingga pelaksanaannya.

Dengan PPI, siswa bekerja dengan tugas-tugas yang sesuai dengan kondisi dan motivasinya (Mercer and Mercer,1989).

Hal ini disebabkan oleh adanya variasi keragaman/kekhasan yang dialami oleh PDBK. Dengan demikian, layanan pendidikan untuk PDBK harus bersifat individual.

Walaupun demikian, layanan yang bersifat klasikal dalam batas tertentu masih mungkin dilakukan.

PPI diterapkan dalam kurun waktu tertentu baik singkat maupun lama.

Program ini disusun dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan siswa sehingga memungkinkan mereka dapat belajar dengan optimal dan menguasai tingkat materi tertentu yang telah ditetapkan.

Penyusunan PPI dilakukan sebelum siswa mendapatkan pelayanan khusus pada seting pendidikan tertentu.

PRINSIP

PPI dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa prinsip-prinsip dasar, sebagai berikut.

1. PPI bertujuan menyelaraskan antara kebutuhan peserta didik, tugas, dan perkembangan belajar peserta didik dalam upaya mengembangkan potensi mereka secara optimal.

2. PPI berpusat pada peserta didik. Setiap komponen PPI difokuskan pada kemajuan dan kebutuhan siswa (kurikulum digunakan sebagai rambu-rambu).

3. PPI tidak hanya terbatas pada tujuan pembelajaran, dalam hal ini kurikulum pendidikan.

Tujuan PPI juga dapat pula didasarkan pada penanganan dari hasil asesmen, misalnya,

terkait keterampilan hidup sehari-hari atau perilaku adaptif (Activity Daily Living / ADL).

4. PPI tidak menentukan peserta didik, sebaliknya, peserta didik adalah subjek yang menentukan dasar pembuatan PPI.

Oleh karena itu, kebutuhan, perkembangan, dan minat peserta didik menjadi orientasi dalam mempertimbangkan penyusunan PPI.

5. PPI harus bersifat dinamis, atau fleksibel terhadap berbagai perubahan dan kemajuan peserta didik,

untuk diarahkan pada hasil akhir yaitu kemandirian yang sangat berguna bagi
kehidupannya, mampu berperilaku sesuai dengan lingkungannya atu berperilaku adaptif.

FUNGSI

Fungsi Program Pembelajaran Individual (PPI) adalah sebagai berikut.

1. Memberi arah pengajaran dengan mengetahui kekuatan, kelemahan, dan minat peserta didik.

2. Menjamin setiap peserta didik berkebutuhan khusus memiliki program yang disesuaikan degan kebutuhannya

untuk mempertemukan karakteristik kebutuhan khusus mereka dan mengkomunikasikan program tersebut kepada pihak yang berkepentingan.

3. Meningkatkan keterampilan guru yang melakukan asesmen tentang karakteristik kebutuhan belajar tiap peserta didik secara spesifik

dan melakukan usaha mempertemukan antara kebutuhan-kebutuhan belajar spesifik peserta didik masingmasing dengan tujuan pembelajaran.

4. Meningkatkan komunikasi antar anggota tim untuk keberhasilan peserta didik berkebutuhan khusus dalam pendidikan.

5. Menjadi sarana bagi peningkatan usaha untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih efektif. Perbedaan antara peserta didik berkebutuhan khusus sangat beragam sehingga layanan pendidikannya bersifat individual.

Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Individual

Ada beberapa langkah pelaksanaan pembelajaran menurut Mercer & Mercer (1989).

1. Penyajian (Presentation)

a. Pendahuluan

Guru menciptakan kesiapan belajar peserta didik dengan menumbuhkan motivasi/perhatian mereka dengan memberitahu tujuan (kemampuan) yang diharapkan,

materi yang akan diajarkan, alternatif belajar yang akan ditempuh, menunjukkan manfaat materi yang dipelajari,

dan membuat kaitan belajar dengan meminta peserta didik mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.

b. Demonstrasi dan modeling
Guru menjelaskan setiap langkah yang harus dilakukan dan mendemonstrasikan keterampilan /subketrampilan dengan peserta didik.

2. Praktek dengan pengawasan (Controlled Practice)

a. Peserta didik mempraktekkan tugas yang dipilih

Peserta didik mempraktikkan tugas yang dipilih (ketrampilan/sub-ketrampilan) dengan bimbingan (intruksi-intruksi atau prompts) dari guru.

Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif

b. Peserta didik mempraktekkan tugas yang dipilih

Peserta didik mempraktikkan tugas yang dipilih (ketrampilan/sub-ketrampilan) dengan terkontrol melalui suatu kriteria yang ditetapkan.

Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif 

3. Praktek secara mandiri (Independent Practice)

a. Peserta didik mempraktekkan keseluruhan tugas

Peserta didik mempraktikkan keseluruhan tugas dengan kriteria yang ditetapkan.

Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif.

b. Peserta didik mempraktekkan berbagai tugas sejenis dengan yang dipilih

Peserta didik mempraktikkan berbagai tugas sejenis dengan yang dipilih peserta didik mempraktikkan tugas yang disajikan dalam berbagi materi dan buku kerja,

dan dalam berbagai setting (ruang, sumber, kelas regular, dan rumah) dengan suatu kriteria yang ditentukan.

Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif

Demikian Langkah Pelaksanaan Pembelajaran Individual, Semoga Bermanfaat.