Prosedur Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Daerah Zona Hijau

Bertema.com – Prosedur Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Daerah Zona Hijau.

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021

tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

a. satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan

setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi,

dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai kewenangannya berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 setempat.

b. satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, dan MERAH,

dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).

Ketentuan pembelajaran tatap muka dikecualikan bagi pesantren, pendidikan keagamaan, dan pendidikan tinggi.

Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 dilaksanakan berdasarkan panduan penyelenggaraan pembelajaran

pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi COVID-19, dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, DAN MERAH,

dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan BDR

sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Di.sease 2019 (COVID-19)

dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah,

Baca Juga: Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Covid-19

Prosedur Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Daerah Zona Hijau

Prosedur Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan/atau, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya pada SEMUA ZONA:

A. wajib memastikan seluruh kepala satuan pendidikan mengisi daftar periksa pada laman DAPODIK atau EMIS untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan.

B. tidak memperbolehkan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan bagi:

1. satuan pendidikan yang belum memenuhi semua daftar periksa.
2. satuan pendidikan yang sudah memenuhi daftar periksa nanun kepala satuan pendidikan menyatakan belum siap.

Pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan/atau, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya pada ZONA HUJAU

dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan secara bertahap selama masa transisi bagi satuan pendidikan yang sudah memenuhi semua daftar periksa dan merasa siap.

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada ZONA HIJAU dilakukan dengan penentuan prioritas

berdasarkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi terlebih dahulu dan mempertimbangkan kemampuan peserta didik

untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak physical distancing dengan ketentuan:

A. Sekoiah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), Sekolah Menengah Teknologi Kristen (SMTK),

Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK), Paket C, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsarrawiyah (MTs), dan Paket B melaksanakan pembelajarar tatap muka di satuan pendidikan terlebih dahulu.

B. Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Paket A dan Sekolah Luar Biasa (SLB) paling cepat 2 (dua) bulan.

setelah SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, dan Paket B melaksanakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

C. PAUD formal (Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), dan TK Luar Biasa) dan nonformal paling cepat 2 (dua) bulan

setelah SD, MI, Paket A dan SLB melaksanakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Baca JugaTahapan Persiapan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di Zona Hijau

Prosedur Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU dilaksanakan melalui dua fase sebagai berikut:

A. Masa Transisi

1. Berlangsung selama 2 (dua) bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

2. Jadwal pembelajaran mengenai jumlah hari dalam seminggu dan jumlah jam belajar setiap hari dilakukan dengan pembagian rombongan belajar (shiff) yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

B. Masa Kebiasaan Baru

Setelah masa transisi selesai, apabila daerahnya tetap dikategorikan sebagai daerah ZONA HIJAU maka satuan pendidikan masuk dalam masa kebiasaan baru.

Sekolah dan madrasah berasrama yang berada di daerah ZONA HIJAU dilarang membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan selama masa transisi.

Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Kapasitas Asrama ≤ 100 peserta didik, Bulan I: 50% dan Bulan II: 100%

2. Kapasitas Asrama > 100 peserta didik, Bulan I: 25% dan Bulan II: 50%, Bulan III: 75% dan Bulan IV: 100%.

Namun demikian, Bagi satuan pendidikan yang sudah memulai pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU,

orang tua/wali peserta didik tetap dapat memilih untuk melanjutkan BDR bagi anaknya.

Pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan/atau kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya pada ZONA HIJAU

wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan melakukan BDR

apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerahnya berubah.

Prosedur Pembelajaran Tatap Muka

1. Waktu mulai paling cepat 

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru

1. Pendidikan menengah paling cepat dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dan pelaksanaannya
sesuai dengan kesiapan masing- masing satuan pendidikan.

2. Pendidikan dasar dan SLB paling cepat dilaksanakan pada
bulan September 2020 dan
pelaksanaannya sesuai dengan
kesiapan masing-masing satuan
pendidikan.

3. PAUD paling cepat dilaksana- kan pada bulan November 2020
dan pelaksanaannya sesuai dengan kesiapan masing- masing satuan pendidikan.

1. Pendidikan menengah paling cepat dilaksanakan pada bulan September 2020.

2. Pendidikan dasar dan SLB paling cepat dilaksanakan pada bulal November 2020.

3. PAUD paling cepat dilaksana-kan pada bulan Januari 2021.

2. Kondisi Kelas

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru

1. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program
kesetaraan: jaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan
maksimal 18 (delapan belas) peserta didik per kelas.

2. SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB darr SMLB, MALB: jaga jarak
minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan maksimal 5 (lima)
peserta didik per kelas.

3. PAUD: jaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan
maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas.

1. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program
kesetaraan: jaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan
maksimal 18 (delapan belas) peserta didik per kelas.

2. SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB: jaga jarak
minimal 1,5 meter (satu koma lima) dan maksimal 5 (1ima)
peserta didik per ke1as.

3. PAUD: jaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas

3. Jumlah hari dan jam pembelajaran Tatap Muka dengan pembagian rombongan belajar (shiff)

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru
Ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan
keselamatan warga satuan pendidikan.
Ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan
keselamatan warga satuan pendidikan.

4. Perilaku Wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru

1. Menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau 2 (dua) lapis yang di dalamnya diisi tisu dengan baik serta diganti setelah 
digunakan selama 4 (empat) jam/ lembab.

2. Cuci tangan pakai sabun CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

3. Menjaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan
tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium
tangan.

4. Menerapkan etika batuk/ bersin.

1. Menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau 2 (dua) lapis yang di dalamnya diisi tisu dengan baik serta diganti setelah 
digunakan selama 4 (empat) jam/ lembab.

2. Cuci tangan pakai sabun CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

3. Menjaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan
tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium
tangan.

4. Menerapkan etika batuk/ bersin.

5. Kondisi medis warga satuan Pendidikan

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru

1. Sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (comorbid)
dal harus dalam kondisi terkontrol.

2. Tidak memiliki gejala COVID-19 termasuk pada orang yang
serumah dengan warga satuan
pendidikan.

1. Sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (comorbid)
dal harus dalam kondisi terkontrol.

2. Tidak memiliki gejala COVID-19 termasuk pada orang yang
serumah dengan warga satuan
pendidikan.

6. Kantin

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru
Tidak diperbolehkan.
Warga satuan pendidikan disarankan membawa makanan/ minuman dengan menu gizi
seimbang.
Boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

7. Kegiatan Olahraga dan Ekstrakurikuler

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru
Tidak diperbolehkan di satuan pendidikan, namun disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah.Diperbolehkan, kecuali kegiatan dengan adanya penggunaan alat/ fasilitas yang harus dipegang oleh banyak orang secara bergantian dalam waktu yang singkat dan/ atau tidak
memungkinkan penerapan jaga jarak minimal 1,5 (satu koma
lima) meter, misalnya: basket dan voli.

8. Kegiatan Selain Pembelajaran

Masa TransisiMasa Kebiasaan Baru
Tidak diperbolehkan ada kegiatan selain pembelajaran, seperti orangtua menunggu
peserta didik di satuan pendidikan, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua-peserta didik, pengenalan lingkungan
satuan pendidikan, dan sebagainya.
Diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Prosedur Pembelajaran Tatap Muka

Ketentuan khusus:

1. Peserta didik yang tinggal di daerah ZONA KUNING, ORANYE, atau MERAH dan/atau

dalam perjalanannya ke dan dari satuan pendidikan harus melalui ZONA KUNING, ORANYE, dan/ atau MERAH tetap melanjutkan BDR.

2. Peserta didik yang berasal dari daerah ZONA KUNING, ORANYE, atau MERAH

dan kemudian pindah ke ZONA HIJAU tempat satuan pendidikan berada harus melakukan isolasi mandiri selama 14 (empat belas) hari

setelah kepindahan dan sebelum melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Demikian Informasi perihal Prosedur Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Daerah Zona Hijau.

Semoga bermanfaat.