Teknik Pemahaman Konseli SMP bagi Guru BK

Bertema.com – Teknik Pemahaman Konseli SMP bagi Guru BK.

Di dalam layanan bimbingan dan konseling BK di Sekolah Menengah Pertama SMP, peserta didik atau konseli merupakan subyek utama.

Karena sebagai subyek layanan, maka konseli menjadi dasar pertimbangan bagi guru BK atau konselor dalam merancang serta melaksanakan layanan BK.

Konseli SMP berada pada masa pubertas dan remaja awal. Dimana masa pubertas dan remaja awal yang dimulai pada usia 8 – 10 tahun dan berakhir pada usia 15 – 16 tahun.

Tujuan layanan, pendekatan, teknik dan strategi layanan yang ditetapkan guru BK atau konselor harus mempertimbangkan karakteristik konseli.

Ketepatan memilih dan menentukan teknik layanan yang sesuai dengan karakteristik konseli sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam layanan BK.

Pemahaman guru BK atau konselor terhadap karakteristik peserta didik merupakan prasyarat yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan layanan profesionalnya.

Baca Juga:

Teknik Pemahaman Konseli SMP bagi Guru BK

Adapun teknik untuk memahami karakteristik konseli yang digunakan dalam bimbingan dan konseling meliputi teknik tes dan non tes.

Teknik tes

Dalam rangka memahami karakteristik konseli, guru BK dapat menggunakan tes dengan menggunakan instrumen tes terstandar.

Guru BK atau konselor yang memiliki lisensi melalui pelatihan sertifikasi tes dapat menggunakan instrumen tes yang telah dipelajari.

Sedangkan bagi Guru BK atau konselor yang belum memiliki kewenangan, sekolah dapat bekerjasama denganlembaga tes psikologis terpercaya.

Yang terpenting adalah guru BK atau konselor harus mampu membaca, menginterpretasikan, dan menyusun rekomendasi berdasarkan dari hasil tes .

Dengan mempelajari manual tes guru BK dapat memahami hasil tes, menginterpretasikan, dan memanfaatkan hasil tes lebih lanjut.

Hasil tes yang lazim digunakan untuk keperluan BK antara lain tes kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kreativitas, dan tes prestasi belajar.

Hendaknya Guru BK atau konselor dapat memanfaatkan hasil tes untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. Sehingga layanan BK yang diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi peserta didik/konseli.

Teknik non tes 

Teknik non tes merupakan teknik untuk memahami individu dengan menggunakan instrumen yang terstandar dan tidak standar.

Asesmen non tes yang sering digunakan untuk keperluan BK antara lain:

a. observasi,

b. wawancara

c. angket,

d. sosiometri,

e. dokumentasi,

f. biografi ataupun autobiografi.

Instrumen pengumpul data yang sering digunakan untuk mengenali masalah serta kebutuhan layanan bantuan antara lain:

a.  daftar cek masalah (DCM)

b. alat ungkap masalah (AUM)

c. inventori tugas perkembangan (ITP)

d. Alat Ungkap Peminatan Peserta Didik/konseli SMP.

Guru BK atau konselor dapat menggunakan instrumen yang dikembangkan sendiri dengan langkah-langkah sebagaimana penginstruksian instrument tes.

Adapun langkah-langkah pengembangan instrumen meliputi:

a. menetapkan tujuan penyusunan instrumen.

b. menentukan aspek dan atau dimensi yang hendak diukur.

c. merumuskan definisi operasional.

d. memilih cara pengukuran yang akan digunakan.

e. menyusun instrumen dan lembar jawaban.

f. merumuskan manual penggunaan instrumen.

g. penyekoran atau pengolahan, serta interpretasinya.

Demikianlah ulasan terkait Teknik Pemahaman Konseli SMP bagi Guru BK. Semoga bermanfaat.

Sumber: Panduan Operasional Penyelenggaraan BK SMP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: