Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka

Bertema.com – Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka.

Pada kesempatan ini admin Bertema.com akan berbagi informasi terkait Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka.

Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka merdeka belajar merdeka mengajar profil pelajar Pancasila

dapat digunakan sebagai rujukan ataupun acuan bagi para Guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar.

Pembelajaran Paradigma Baru

Pembaharuan pembelajaran bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang sudah dimulai pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Karena itu, pembelajaran paradigma baru pun disertai dengan penyesuaian kurikulum ke Kurikulum Merdeka.

Struktur kurikulum ini didasari tiga hal yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel dan karakter Pancasila.

Selain itu, struktur kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan pun kembali dikuatkan.

Pembelajaran paradigma baru memastikan praktik pembelajaran untuk berpusat pada peserta didik.

Dengan paradigma baru ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pembelajaran paradigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Pada pembelajaran paradigma baru, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu
segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

ATP Matematika Fase A Kelas 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka

Pengajaran Sesuai dengan Tingkat Kemampuan

Pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan adalah pendekatan belajar yang berpusat pada peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan mereka, bukan pada pada tingkatan kelas.

Apa tujuan pengajaran ini?

  • Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hajar Dewantara yang berpusat pada peserta didik
  • Peserta didik lebih kuat kemampuan numerasi dan literasinya
  • Pengetahuan pada tiap mata pelajaran peserta didik juga lebih kuat

Bagaimana pengelompokan peserta didik?

Peserta didik dikelompokkan berdasarkan fase perkembangan.

Apa itu fase perkembangan?

Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. Setiap proses pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhan peserta didiknya.

Sekolah Reguler

1. Fase A: SD Kelas 1-2

2. Fase B: SD Kelas 3-4

3. Fase C: SD Kelas 5-6

4. Fase D: SMP Kelas 7-9

5. Fase E: SMA Kelas 10

6. Fase F: SMA Kelas 11-12

Sekolah Luar Biasa

Untuk SLB, capaian pembelajaran memakai acuan usia mental yang ditetapkan melalui asesmen.

1. Fase A: usia mental = 7 tahun

2. Fase B: usia mental +/- 8 tahun

3. Fase C: usia mental +/- 8 tahun

4. Fase D: usia mental +/- 9 tahun

5. Fase E: usia mental +/- 10 tahun

6. Fase F: usia mental +/- 10 tahun

ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka

Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, & Usia Kronologis

Fase A

1. Jenjang / Kelas: SD (1-2)

2. Usia Kronologis: kurang dari 6-8 tahun

3. Usia Mental: kurang dari 7 tahun

Fase B

1. Jenjang / Kelas: SD (3-4)

2. Usia Kronologis: 9-10 tahun

3. Usia Mental: +- 8 tahun

Fase C

1. Jenjang / Kelas: SD (5-6)

2. Usia Kronologis: 11-12 tahun

3. Usia Mental: +- 8 tahun

Fase D

1. Jenjang / Kelas: SMP (7-9)

2. Usia Kronologis: 13-15 tahun

3. Usia Mental: +- 9 tahun

Fase E

1. Jenjang / Kelas: SMA (10)

2. Usia Kronologis: 16-17 tahun

3. Usia Mental: +- 10 tahun

Fase F

1. Jenjang / Kelas: SMA (11-12)

2. Usia Kronologis: 17-23 tahun

3. Usia Mental: +- 10 tahun

Baca Juga: LENGKAP: Latihan Soal AKM Kelas 1-12 Fase A-F dengan Kunci Jawabannya

ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka

Bagaimana menentukan kemajuan hasil belajar di metode ini?

Kemajuan hasil belajar peserta didik Anda dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Peserta didik yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan dari Anda agar tercapai capaian pembelajarannya.

Bagaimana tahapan metode pengajaran ini?

Asesmen Diagnostik

Peserta didik Anda akan melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, tahap pencapaian pembelajaran, dan hal mendasar lainnya.

Perencanaan

  • Pada tahap ini, Anda akan menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen diagnostik.
  • Selain itu, Anda akan melakukan pengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan yang sama.

Pembelajaran

  • Selama proses pembelajaran, Anda akan mengadakan asesmen formatif secara berkala.
  • Sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran, di akhir proses pembelajaran, Anda akan melakukan asesmen sumatif. Asesmen ini juga akan memudahkan Anda untuk merancang projek berikutnya bagi peserta didik.

Baca Juga: Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran

Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran paradigma baru, perlu adanya pembaharuan dalam pengorganisasian pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.

Kewenangan Pemerintah Pusat

  1. Struktur kurikulum
  2. Profil Pelajar Pancasila
  3. Capaian pembelajaran
  4. Prinsip pembelajaran dan asesmen

Kewenangan Satuan Pendidikan

  1. Visi, misi, dan tujuan sekolah
  2. Profil pelajar di satuan pendidikan
  3. Kebijakan lokal terkait kurikulum
  4. Proses pembelajaran dan asesmen
  5. Pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan
  6. Pengembangan perangkat ajar

Baca Juga: Panduan Desain Pengembangan Soal AKM

Beberapa prinsip dalam pengembangan struktur Kurikulum Merdeka:

Struktur Minimum

Struktur kurikulum minimum ditetapkan tapi satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai visi misi dan juga sumber daya yang tersedia.

Otonomi

Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

Sederhana

Perubahan yang terjadi adalah seminimal mungkin dengan beberapa aspek yang berubah secara signifikan dari kurikulum sebelumnya. Tapi, tujuan, arah perubahan, dan rancangannya jelas dan mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.

Gotong Royong

Pengembangan kurikulum dan bahan ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, di antaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.

Baca Juga: Struktur Kurikulum SMP Merdeka Belajar

ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka

Capaian pembelajaran Matematika Fase D

Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase D,

1. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual peserta didik dengan menggunakan konsep-konsep dan keterampilan matematika yang dpelajari pada fase ini.

Mereka mampu mengoperasikan secara efisien pecahan desimal dan bilangan berpangkat serta akar pangkatnya, bilangan sangat besar dan bilangan sangat kecil. melakukan pemfaktoran bilangan prima, menggunakan faktor skala, proporsi dan laju perubahan, menggunakan pengertian himpunan dan melakukan operasi binier pada himpunan.

2. Peserta didik dapat menyajikan dan menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dan sistem persamaan linier dengan dua variabel dengan berbagai cara. mengerjakan operasi aritmatika pada pecahan aljabar, menyajikan dan menyelesaikan persamaan kuadrat dengan berbagai cara.

3. Peserta didik dapat menerapkan faktor skala terhadap perubahan keliling, luas, dan volume pada prisma, silinder, limas, kerucut, dan bola.

4. Peserta didik dapat membuktikan dan menggunakan teorema yang terkait dengan garis transversal, segitiga dan segiempat kongruen, serta segitiga dan segiempat sebangun, serta teorema Phytagoras.

5. Peserta didik dapat melakukan transformasi geometri tunggal di bidang koordinat Kartesian.

6. Peserta didik juga dapat membuat dan menginterpretasi histogram dan grafik lingkaran, menggunakan pengertian mean, median, modus, jangkauan, dan kuartil. menyajikan data dalam bentuk boxplots untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan.

Mereka mampu memperkirakan kemunculan suatu kejadian pada percobaan sederhana dengan menggunakan konsep peluang.

7. Peserta didik mampu memperkirakan kemunculan dua kejadian pada percobaan sederhana dengan menggunakan konsep peluang, mengorganisasikan dan menyajikan data dalam bentuk scatterplots untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan.

Capaian Pembelajaran per Elemen
Bilangan

Di akhir fase D,

a. Peserta didik dapat membaca, menuliskan, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat. dan bilangan berpangkat tak sebenarnya, bilangan dengan menggunakan notasi ilmiah.

b. Mereka dapat melakukan operasi aritmetika pada ragam bilangan tersebut dengan beberapa cara dan menggunakannya dalam menyelesaikan masalah

c. Mereka dapat mengklasifikasi himpunan bilangan real dengan menggunakan diagram Venn.

d. Mereka dapat memberikan estimasi/perkiraan hasil operasi aritmetika pada bilangan real dengan mengajukan alasan yang masuk akal (argumentasi).

e. Mereka dapat menggunakan faktorisasi prima dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah

Aljabar

Di akhir fase D,

a. Peserta didik dapat menggunakan pola dalam bentuk konfigurasi objek dan bilangan untuk membuat prediksi.

b. Mereka dapat menemukan sifat-sifat komutatif, asosiatif, dan distributif operasi aritmetika pada himpunan bilangan real

dengan menggunakan pengertian “sama dengan”, mengenali pola, dan menggeneralisasikannya dalam persamaan aljabar.

c. Mereka dapat menggunakan “variabel” dalam menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.

d. Mereka dapat menyajikan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan relasi, fungsi linear, persamaan linear, gradien garis lurus di bidang koordinat Kartesius.

e. Mereka dapat menyelesaikan sistem persaman linear dua variabel melalui beberapa cara.

f. Mereka dapat menggunakan sifat-sifat operasi aritmetika dan “variabel” dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan berberapa cara, termasuk faktorisasi dan melengkapkan kuadrat sempurna.

Pengukuran

Di akhir fase D,

a. Peserta didik dapat menemukan cara untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun berdimensi tiga. (prisma, tabung, bola, limas dan kerucut) dan menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan masalah.

b. Mereka dapat menerapkan rasio pada pengukuran dalam berbagai konteks antara lain: perubahan ukuran (faktor skala). unsur-unsur suatu bangun terhadap panjang busur, keliling, luas dan volume; konversi satuan pengukuran dan skala pada gambar.

Geometri

Di akhir fase D

a. Peserta didik dapat membuktikan teorema yang terkait dengan sudut pada garis transversal, segitiga dan segiempat kongruen, serta segitiga dan segiempat sebangun.

b.  Mereka dapat menggunakan teorema tersebut dalam menyelesaikan masalah (termasuk menentukan jumlah besar sudut pada sebuah segitiga, menentukan besar sudut yang belum diketahui pada sebuah segitiga, menghitung tinggi dan jarak).

c. Mereka dapat membuktikan keabsahan teorema Pythagoras dengan berbagai cara dan menggunakannya dalam perhitungan jarak antar dua titik pada bidang koordinat Kartesius.

d. Mereka dapat menggunakan transformasi geometri tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) pada titik, garis, dan bidang datar di koordinat Kartesius untuk menyelesaikan masalah

Analisis Data dan Peluang

Di akhir fase D,

a. Peserta didik dapat merumuskan pertanyaan, mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data untuk menjawab pertanyaan.

b. Mereka dapat mengunakan proporsi untuk membuat dugaan terkait suatu populasi berdasarkan sampel yang digunakan.

c. Mereka dapat menggunakan histogram dan diagram lingkaran untuk menyajikan dan menginterpretasi data.

d. Mereka dapat menggunakan konsep sampel, rerata (mean), median, modus, dan jangkauan (range) untuk memaknai dan membandingkan beberapa himpunan data yang terkait dengan peserta didik dan lingkungannya.

e. Mereka dapat menginvestigasi kemungkinan adanya perubahan pengukuran pusat tersebut akibat perubahan data.

f. Mereka dapat menyatakan rangkuman statistika dengan menggunakan boxplot (box-and-whisker plots).

g. Mereka dapat menjelaskan dan menggunakan pengertian peluang (probabilitas) dan proporsi (frekuensi relatif). untuk memperkirakan terjadinya satu dan dua kejadian pada suatu percobaan sederhana (semua hasil percobaan dapat muncul secara merata).

Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 dapat Anda baca dan diunduh melalui tautan di bawah ini.

Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 [UNDUH]

ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka

Bagi Anda yang membutuhkan Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase lainnya dapat mengunduhnya melalui tautan di bawah ini.

1. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase A Kelas 1 dan 2 [UNDUH]

2. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase B Kelas 3 dan 4 [UNDUH]

3. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 [UNDUH]

4. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10 [UNDUH]

5. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase F Kelas 11 dan 12 [UNDUH]

Demikian Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 Kurikulum Merdeka, Semoga bermanfaat.