Bertema.com – Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka.
Pada kesempatan ini admin Bertema.com akan berbagi informasi terkait Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka.
Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka merdeka belajar merdeka mengajar profil pelajar Pancasila
dapat digunakan sebagai rujukan ataupun acuan bagi para Guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar.
Pembelajaran Paradigma Baru
Pembaharuan pembelajaran bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang sudah dimulai pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Karena itu, pembelajaran paradigma baru pun disertai dengan penyesuaian kurikulum ke Kurikulum Merdeka.
Struktur kurikulum ini didasari tiga hal yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel dan karakter Pancasila.
Selain itu, struktur kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan pun kembali dikuatkan.
Pembelajaran paradigma baru memastikan praktik pembelajaran untuk berpusat pada peserta didik.
Dengan paradigma baru ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.
Pembelajaran paradigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Pada pembelajaran paradigma baru, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu
segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Pengajaran Sesuai dengan Tingkat Kemampuan
Pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan adalah pendekatan belajar yang berpusat pada peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan mereka, bukan pada pada tingkatan kelas.
Apa tujuan pengajaran ini?
- Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hajar Dewantara yang berpusat pada peserta didik
- Peserta didik lebih kuat kemampuan numerasi dan literasinya
- Pengetahuan pada tiap mata pelajaran peserta didik juga lebih kuat
Bagaimana pengelompokan peserta didik?
Peserta didik dikelompokkan berdasarkan fase perkembangan.
Apa itu fase perkembangan?
Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. Setiap proses pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhan peserta didiknya.
Sekolah Reguler
1. Fase A: SD Kelas 1-2
2. Fase B: SD Kelas 3-4
3. Fase C: SD Kelas 5-6
4. Fase D: SMP Kelas 7-9
5. Fase E: SMA Kelas 10
6. Fase F: SMA Kelas 11-12
Sekolah Luar Biasa
Untuk SLB, capaian pembelajaran memakai acuan usia mental yang ditetapkan melalui asesmen.
1. Fase A: usia mental = 7 tahun
2. Fase B: usia mental +/- 8 tahun
3. Fase C: usia mental +/- 8 tahun
4. Fase D: usia mental +/- 9 tahun
5. Fase E: usia mental +/- 10 tahun
6. Fase F: usia mental +/- 10 tahun
ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, & Usia Kronologis
Fase A
1. Jenjang / Kelas: SD (1-2)
2. Usia Kronologis: kurang dari 6-8 tahun
3. Usia Mental: kurang dari 7 tahun
Fase B
1. Jenjang / Kelas: SD (3-4)
2. Usia Kronologis: 9-10 tahun
3. Usia Mental: +- 8 tahun
Fase C
1. Jenjang / Kelas: SD (5-6)
2. Usia Kronologis: 11-12 tahun
3. Usia Mental: +- 8 tahun
Fase D
1. Jenjang / Kelas: SMP (7-9)
2. Usia Kronologis: 13-15 tahun
3. Usia Mental: +- 9 tahun
Fase E
1. Jenjang / Kelas: SMA (10)
2. Usia Kronologis: 16-17 tahun
3. Usia Mental: +- 10 tahun
Fase F
1. Jenjang / Kelas: SMA (11-12)
2. Usia Kronologis: 17-23 tahun
3. Usia Mental: +- 10 tahun
Baca Juga: LENGKAP: Latihan Soal AKM Kelas 1-12 Fase A-F dengan Kunci Jawabannya
ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Bagaimana menentukan kemajuan hasil belajar di metode ini?
Kemajuan hasil belajar peserta didik Anda dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Peserta didik yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan dari Anda agar tercapai capaian pembelajarannya.
Bagaimana tahapan metode pengajaran ini?
Asesmen Diagnostik
Peserta didik Anda akan melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, tahap pencapaian pembelajaran, dan hal mendasar lainnya.
Perencanaan
- Pada tahap ini, Anda akan menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen diagnostik.
- Selain itu, Anda akan melakukan pengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan yang sama.
Pembelajaran
- Selama proses pembelajaran, Anda akan mengadakan asesmen formatif secara berkala.
- Sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran, di akhir proses pembelajaran, Anda akan melakukan asesmen sumatif. Asesmen ini juga akan memudahkan Anda untuk merancang projek berikutnya bagi peserta didik.
Baca Juga: Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran
Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran paradigma baru, perlu adanya pembaharuan dalam pengorganisasian pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.
Kewenangan Pemerintah Pusat
- Struktur kurikulum
- Profil Pelajar Pancasila
- Capaian pembelajaran
- Prinsip pembelajaran dan asesmen
Kewenangan Satuan Pendidikan
- Visi, misi, dan tujuan sekolah
- Profil pelajar di satuan pendidikan
- Kebijakan lokal terkait kurikulum
- Proses pembelajaran dan asesmen
- Pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan
- Pengembangan perangkat ajar
Baca Juga: Panduan Desain Pengembangan Soal AKM
Beberapa prinsip dalam pengembangan struktur Kurikulum Merdeka:
Struktur Minimum
Struktur kurikulum minimum ditetapkan tapi satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai visi misi dan juga sumber daya yang tersedia.
Otonomi
Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
Sederhana
Perubahan yang terjadi adalah seminimal mungkin dengan beberapa aspek yang berubah secara signifikan dari kurikulum sebelumnya. Tapi, tujuan, arah perubahan, dan rancangannya jelas dan mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.
Gotong Royong
Pengembangan kurikulum dan bahan ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, di antaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
Baca Juga: Struktur Kurikulum SMP Merdeka Belajar
ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Capaian pembelajaran Matematika Fase E
Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir fase E,
1. Peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (eksponen) dan logaritma, serta menggunakan barisan dan deret (aritmetika dan geometri).
2. Peserta didik dapat menginterpretasi ekspresi eksponensial.
3. Menggunakan sistem persamaan linear tiga variabel, sistem pertidaksaman linear dua variabel, fungsi kuadrat dan fungsi eksponensial dalam menyelesaikan masalah.
4. Peserta didik juga dapat melakukan operasi Vektor.
5. Peserta didik dapat menentukan perbandingan trigonometri dan memecahkan masalah yang melibatkan segitiga siku-siku.
6. Peserta juga didik dapat memilih tampilan data yang sesuai dan menginterpretasi data menurut bentuk distribusi data menggunakan nilai tengah. (median, mean) dan sebaran (jangkauan interkuartil, standar deviasi).
Capaian Pembelajaran per Elemen
Bilangan
Di akhir fase E,
Peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (eksponen) dan logaritma, serta menggunakan barisan dan deret (aritmetika dan geometri).
Aljabar dan Fungsi
Di akhir fase E,
a. Peserta didik dapat menginterpretasi ekspresi eksponensial.
b. Menggunakan sistem persamaan linear tiga variabel, sistem pertidaksaman linear dua variabel, fungsi kuadrat dan fungsi eksponensial dalam menyelesaikan masalah.
c. Peserta didik juga dapat melakukan operasi Vektor
Pengukuran
—
Geometri
Di akhir fase E,
peserta didik dapat menentukan perbandingan trigonometri dan memecahkan masalah yang melibatkan segitiga siku-siku.
Analisis Data dan Peluang
Di akhir fase E,
a. Peserta didik dapat menampilkan dan menginterpretasi data menggunakan statistik yang sesuai bentuk distribusi data untuk membandingkan nilai tengah (median, mean). dan sebaran (jangkauan interkuartil, standar deviasi) untuk membandingkan dua atau lebih himpunan data.
b. Mereka dapat meringkas data kategorikal untuk dua kategori dalam tabel frekuensi dua arah, menafsirkan frekuensi relatif dalam konteks data. (termasuk frekuensi relatif bersama, marginal, dan kondisional), dan mengenali kemungkinan asosiasi dan tren dalam data.
c. Mereka dapat membedakan antara korelasi dan sebab-akibat. Mereka dapat membandingkan distribusi teoretis diskrit dan distribusi eksperimental, dan mengenal peran penting dari ukuran sampel.
d. Mereka dapat menghitung peluang dalam situasi diskrit.
Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10 dapat Anda baca dan diunduh melalui tautan di bawah ini.
Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10
[UNDUH Model 1] [UNDUH Model 2] [UNDUH Model 3]
ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Bagi Anda yang membutuhkan Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase lainnya dapat mengunduhnya melalui tautan di bawah ini.
1. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase A Kelas 1 dan 2 [UNDUH]
2. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase B Kelas 3 dan 4 [UNDUH]
3. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 [UNDUH]
4. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 7-9 [UNDUH]
5. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase F Kelas 11 dan 12 [UNDUH]
Demikian Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10 Kurikulum Merdeka, Semoga bermanfaat.
