Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Bertema.com-Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru.

Pada postingan yang lalu admin telah sajikan materi USBN IPS SMP MTS bagian pertama dan kedua.

Pada pembahasan bagian pertama menyajikan terkait lingkup materi geografi yaitu bentuk muka bumi dan gejala atmosfer.

Sedangkan pembahasan pada bagian kedua terkait lingkup meteri sosiologi yaitu sosialisasi dan perubahan sosial.

Nah, pada pembahasan materi yang ketiga ini akan admin sampaikan lingkup materi sejarah yaitu sosial, ekonomi, budaya, dan politik Indonesia.

Pada kisi-kisi USBN IPS SMP MTS yang dirilis oleh BSNP, lingkup materi sejarah terdiri atas materi pokok. (1) kehidupan sosial, ekonomi, budaya masyarakat dan peninggalan-peninggalan pra-aksara, masa Hindu-Budha, masa Islam. (2) masa kolonialisme, masa pergerakan nasional, persiapan proklamasi.(3) kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya sebelum dan setelah proklamasi kemerdekaan. Materi pokok tersebut mengakomodir berbagai level kognitif, antara lain pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, penalaran, dan mengevaluasi. Rambu-rambu ini diharapakan dipahami dan dijadikan pedoman oleh guru dalam penyusun soal USBN. Dengan demikian soal USBN yang tersusun benar-benar memenuhi standar kualitas. Menyadari akan kompleknya materi IPS Sejarah, maka admin mencoba menelisik materi esensial yang terdapat pada kisi-kisi USBN IPS tersebut. Dengan harapan dapat membantu adik-adik kelas IX dalam mengahadapi USBN.

Berikut ini materi esensial yang berhasil admin rujuk berdasarkan lingkup materi yang terdapat dalam kisi-kisi.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru.

Masa Pra-aksara 

Masa pra-aksara adalah masa manusia pada waktu belum mengenal tulisan.

Dengan demikian masyarakat pra aksara adalah gambaran tentang kehidupan manusia-manusia pada masa lampau, di mana mereka belum mengenal tulisan.

Kehidupan masyarakat pra aksara dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu:

(1) kehidupan nomaden,

(2) semi nomaden, dan

(3)  menetap.

Pada tahap kehidupan nomaden, masyarakat hidupnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Hal ini dilakukan karena kehidupan masyarakat bergantung kepada alam.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka hidup dari hasil berburu dan mengumpulkan makanan.

Apabila makanan yang diseiakan oleh alam telah habis, mereka berpindah ke tempat lainnya.

Pada kehidupan nomaden ini sering dikenal dengan masa berburu dan meramu.

Peralatan yang digunakan untuk berburu dan meramu masih sangat sedehana, terbuat dari batu yang masih kasar.

Adapun ciri-ciri kehidupan masyarakat nomaden antara lain:

(1) sangat bergantung pada alam.

(2) selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

(3) hidup dari hasil mengumpulkan bahan makanan dan berburu.

(4) peralatan hidup masih sangat sederhana dan terbuat dari batu atau kayu.

Namun pada kehidupan semi nomaden pola kehidupan berpindah ke tempat yang lain sudah disertai dengan kehidupan menetap sementara.

Hal ini dilakukan karena mereka sudah mulai mengenal cara-cara mengolah bahan makanan dan memelihara hewan piaraan.

Pola kehidupan semi nomaden ditandai dengan ciri-ciri:

(1) telah memiliki tempat tinggal sementara.

(2) mulai mengenal cara-cara bercocok tanam dan beternak.

(3) peralatan hidup mereka sudah lebih baik dibandingkan dengan peralatan hidup masyarakat nomaden.

Sedangkan pola kehidupan menetap menjadi pilihan setelah mereka merasa apa yang disediakan oleh alam semakin berkurang.

Selain itu berkembangnya pengetahuan akan cara bercocok tanam dan beternak menuntut mereka untuk menetap di suatu tempat.

Pada pola ini masyarakat sudah mulai teratur, sudah ada orang yang diangkat sebagai pemimpin.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Berdasarkan hasil temuan benda-benda peninggalan manusia yang hidup pada masa praaksara, dibedakan ke dalam zaman batu dan zaman logam.

Zaman batu terbagi atas, Palaeolithikum, Mesolithikum, dan Neolithikum.

Zaman Palaeolithikum adalah zaman batu tua, dengan bukti peninggalan sejarahnya berupa kapak genggam, perimbas dan alat serpih.

Pada masa ini manusia masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah).

Untuk memperoleh makanan dilakukan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dari alam.

Mesolithikum adalah zaman batu tengah dengan bukti peninggalannya berupa kebudayaan Kjokkenmoddinger dan  Abris sous Roche

Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur, berupa timbunan kulit kerang dan siput yang menggunung dan sudah menjadi fosil.

Sedangkan Abris Sous Roche adalah gua-gua yang dijadikan tempat tinggal manusia purba.

Gua ini juga berfungsi sebagai tempat perlindungan dari cuaca dan binatang buas.

Selain itu juga ditemukan jenis kapak genggam yang sudah mulai halus, disebut dengan pebble.

Zaman Neolithikum adalah zaman batu baru.

Pada zaman ini mereka mulai hidup menetap dan mampu bercocok tanam. Hasil kebudayaan yang terkenal dari zaman ini adalah kapak persegi dan kapak lonjong.

Pada zaman batu ditemukan bangunan batu berukuran besar, yang disebut dengan kebudayaan megalithikum.

Kebudayaan ini erat kaitannya dengan kepercayaan animisme, yaitu pemujaan tehadap roh nenek moyang.

Jenis bangunan megalithik antara lain,

(1) Menhir adalah bangunan berupa tugu batu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.

(2) Dolmen bangunan berupa meja batu, terdiri atas batu lebar yang ditopang oleh beberapa batu yang lain.

(3) Kubur peti batu adalah tempat menyimpan jasad.

(4) Waruga adalah peti kubur batu dalam ukuran kecil.

(5) Sarkofagus adalah bangunan berupa kubur batu yang berbentuk seperti lesung dan diberi tutup.

(6) Punden berundak adalah bangunan bertingkat yang dihubungkan tanjakan kecil.

(7) Patung .

Sedangkan pada zaman logam dibedakan menjadi zaman perunggu, tembaga dan besi.

Hasil kebudayaannya adalah kapak corong, nekara, moko, bejana perunggu, manik-manik, cendrasa (kapak sepatu).

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Masa Hindu Budha 

Masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Indonesia telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Perubahan-perubahan itu antara lain tampak dalam bidang pemerintahan, sosial, ekonomi, agama, dan kebudayaan.

Sebelum kebudayaan dan agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, masyarakat dipimpin oleh seorang kepala suku yang dipilih oleh anggota masyarakatnya.

Setelah masuknya agama Hindu-Buddha terjadi perubahan di bidang pemerintahan, kepala suku digantikan oleh raja yang memiliki kekuasaan sangat besar.

Semula kepala suku dipilih oleh rakyat, sedangkan raja dianggap sebagai keturunan dewa.

Pengaruh Hindu-Buddha dalam bidang sosial ditandai dengan munculnya pembedaan dalam masyarakat yang disebut dengan sistem kasta.

Terdapat empat kasta dalam masyarakat yaitu, Brahmana (pendeta), Ksatria (bangsawan, prajurit), Waisya (pedagang dan petani) dan Sudra (rakyat biasa).

Pengaruh di bidang ekonomi dengan munculnya pusat-pusat perdagangan yang berkembang menjadi pusat kerajaan dan di pesisir.

Masyarakat di Indonesia banyak yang menganut agama Hindu atau Buddha.

Meskipun demikian, sistem kepercayaan animisme yang sudah berkembang sejak masa praaksara tidak punah.

Setelah masuknya unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha terjadilah proses perpaduan antara dua kebudayaan baru yang memiliki ciri khas dari masing-masing kebudayaan.

Hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli Indonesia meliputi candi, seni rupa, seni ukir, dan seni sastra.

Masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia, maka mulai bermunculan kerajaan-kerjaan yang bercorak Hindu-Budha, antara lain Kutai, Taruma Negara, Sriwijaya, Mataram Kuno, dan Majapahit.

Peninggalan budaya yang terkenal berupa candi Borobudur, Prambanan, Dieng, dan candi Gedong Songo.

Candi Borobudur bercorak Budha, sedangkan Prambanan, Gedong Songo dan Dieng bercorak Hindu.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Masa Islam

Islam masuk ke Indonesia secara berangsur-angsur mulai abad ke-7 sampai dengan 13 Masehi oleh pedagang Arab, Persia, dan India.

Daerah yang pertama mendapat pengaruh Islam adalah wilayah Indonesia bagian Barat seperti Samudera Pasai danAceh.

Karena merupakan jalur perdagangan internasional, sehingga pengaruh Islam dengan cepat tumbuh di sana.

Kemudian Islam menyebar ke kota-kota pelabuhan yang ada di daerah lainnya seperti Banten, Jepara, Gresik, Tuban, Makassar, Ternate dan Tidore.

Sedangkan penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.

Pengaruh Islam di bidang politik terlihat dengan berdirinya kerajaan Islam.

Kerajaan Islam dikenal dengan sebutan Kesultanan yang diperintah oleh seorang Sultan.

Pada sistem kesultanan inilah nilai-nilai Islam dijadikan dasar dalam pelaksanaan pemerintahan.

Kerajaan Islam di Indonesia antara lain, Samudra Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Banten, Makasar, Ternate dan Tidore.

Pengaruh Islam dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia karena pada Islam tidak mengenal kasta.

Masyarakat yang semula terbagi dalam beberapa kasta mulai mememluk agama Islam. Status sosial hanya diberikan kepada para pemuka agama, misalnya kyai atau wali.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Masa Kolonialisme

Pada saat kerajaan Islam berkembang di Indonesia, datanglah orang-orang Eropa.

Kedatangan orang-orang Eropa di Nusantara semula disambut baik oleh masyarakat.

Namun setelah mengetahui bahwa mereka berusaha menguasai Nusantara, maka menimbulkan reaksi keras berupa perlawanan di berbagai daerah untuk mengusir penjajah.

Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia didorong oleh faktor 3 G, yaitu Gold, Glory, Gospel.

Gold adalah adanya keinginan mencari kekayaan.

Glory adalah adanya keinginan mencari kejayaan.

Sedangkan Gospel adalah adanya keingingan menyebarkan agama Nasrani.

Selain faktor 3G, kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia juga dipengaruhi oleh faktor perkembangan teknologi, yaitu dengan ditemukannya teori heliosentris, teknik pembuatan kapal, kompas, dan mesiu serta persenjataan.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Kekuasaan Kolonial di Indonesia Vereenidge Oost Indishe Compagnie (VOC)

Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman dari Belanda untuk yang pertama kalinya mendarat di Banten.

Sejak saat itu maka banyak perusahaan dagang Belanda yang berlayar ke Indonesia, akibatnya menimbulkan persaingan dagang.

Untuk mengatasi persaingan antar pedagang maka dibetuklah kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenidge Oost Indishe Compagnie) tanggal 20 Maret 1602.

VOC bertujuan

(1) Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.

(2) Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.

(3) Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.

Oleh pemerintah Belanda VOC juga diberi istimewa yang disebut hak Octroi, yaitu hak untuk dapat bertindak sebagai suatu negara. Meliputi

(1) Hak monopoli perdagangan dari ujung selatan Afrika ke sebelah timur sampai ujung selatan Amerika.

(2) Hak memiliki tentara sendiri dan pengadilan.

(3) Hak memiliki mata uang sendiri.

(4) Hak menguasai dan mengikat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan lain di daerah kekuasaan monopoli perdagangannya.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

East Indian Company (EIC)

Inggris mendirikan kongsi dagang yang dinamakan EIC (East Indian Company) pada tahun 1600 dengan daerah operasi utamanya di Indonesia.

EIC dibentuk dalam rangka menghadapi para pedagang Belanda yang tergabung dalam VOC.

Inggris mengetahui bahwa Belanda menduduki Indonesia, maka Inggris berniat merebut Indonesia.

Pada tahun 1811 Inggris berhasil merebut seluruh kekuasaan Belanda di wilayah Indonesia.

Dan kekuasan Inggris di Indonesia berada di bawah pimpinan Raffles sampai tahun 1816.

Tindakan Raffels antara lain:

(1) Penghapusan sistem monopoli.

(2) Pelaksanaan sistem sewa tanah (land rent) yang akan meletakkan dasar bagi perkembangan sistem perekonomian uang.

(3) Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi.

(4) Penghapusan kerja rodi dan perbudakan.

(5) Peletakan desa sebagai unit administrasi penjajahan.

Karena dianggap tidak memberi keuntungan bagi Inggris, berdasarkan konvensi London pada tahun 1814, Indonesia diserahkan kepada Belanda.

Isi pokok dari Konvensi London meliputi:

(1) Indonesia dikembalikan kepada Belanda.

(2) Jajahan-jajahan Belanda seperti Sailan, Kaap Koloni, Guyana tetap di kuasai Inggris.

(3) Cochain (di Pantai Malabar) diambil oleh Inggris.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Pengalihan Kekuasaan VOC kepada Kerajaan Belanda 

Setelah kembali ke tangan Belanda, Indonesia dipimpin oleh tiga orang Komisaris Jenderal, yaitu Elout, Van der Capellen dan Buyskas.

Pada saat itu kondisi perekonomian di Belanda sedang merosot, pemerintah Belanda mengalami kesulitan ekonomi.

Untuk mengatasi kesulitan kesulitan ekonomi itu, maka pada tahun 1829 Johannes Van den Bosh mengusulkan Cultuurstelsel (Tanam Paksa) di Indonesia.

Guna melaksanakan rencana tersebut pada tahun 1830 Van den Bosh diangkat sebagai Gubernur Jenderal baru di Jawa.

Agar mempermudah pelaksanaan sistem Cultuurstelsel (Tanam Paksa) tersebut diperlukan ketentuan-ketentuan yang lebih rinci.

(1) penduduk menyediakan sebagian dari tanahya untuk penanaman tanaman yang hasilnya dapat dijual di pasaran dunia.

(2) Tanah pertanian yang disediakan penduduk untuk tujuan Tanam Paksa tidak boleh melebihi seperlima dari tanah pertanian yang dimiliki penduduk desa.

(3) Waktu dan pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman dagangan tidak boleh melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi.

(4) Tanah yang disediakan untuk tanaman dagangan dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.

(5) Hasil tanaman dagangan itu wajib diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda.

(6) Kegagalan panen yang bukan disebabkan oleh kesalahan rakyat petani, menjadi tanggungan pemerintah.

(7) Penduduk desa bekerja di tanah-tanah untuk pelaksanaan Tanam Paksa itu di bawah pengawasan langsung oleh para penguasa pribumi.

Ketentuan Tanam Paksa di atas nampaknya tidak memberatkan masyarakat Indonesia.

Tetapi dalam pelaksanaannya sangat menyimpang jauh dari ketentuanya.

Dengan demikian pelaksanaan Tanam Paksa, secara umum telah merugikan rakyat Indonesia.

Meski demikian masyarakat juga memiliki keuntungannya, antara lain dikenalnya jenis tanaman baru seperti kopi, indigo dan adanya saluran-saluran irigasi.

Akibat pelaksanaan Tanam Paksa terjadilah perlawanan di berbagai daerah.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Masa Pergerakan Nasional

Sistem Tanam Paksa yang dilakukan oleh Belanda ternyata sangat merugikan rakyat Indonesia.

Sehingga muncullah desakan dari berbagai pihak terutama dari kalangan kaum liberal di negeri Belanda lahir kemudian politik etis.

Kebijaksanaan yang diambil sebagai balas budi adalah konsep Th.C. Van Deventer tertuang dalam trilogi, meliputi irigasi, emigrasi, dan edukasi.

Untuk mendukung pelaksanaan Politik Etis, pemerintah Belanda mencanangkan Politik Asosiasi dengan semboyan unifikasi.

Politik Asosiasi berkaitan dengan sikap damai dan menciptakan hubungan harmonis antara Barat (Belanda) dan Timur (Rakyat pribumi).

Dalam pelaksanaan politik etis juga terjadi penyimpangan, misalnya, Irigasi yang semula bertujuan agar sawah petani dapat diairi, malahan digunakan untuk perkebunan Belanda.

Emigrasi bukan untuk pemerataan penduduk tetapi untuk memindahkan para pekerja perkebunan Belanda.

Dan Edukasi hanya diperuntukkan bagi golongan para bangsawan.

Namun demikian dengan adanya politik etis telah melahirkan orang –orang terpelajar yang akan menjadi pelopor lahirnya organisasi pergerakan nasional.

Organisasi pergerakan nasional ini muncul karena adanya kesadaran akan rasa nasionalisme.

Nasionalisme adalah faham yang berkaitan dengan kecintaan terhadap tanah air.

Pada tanggal 20 Mei 1908, para mahasiswa STOVIA memproklamasikan berdirinya Budi Utomo. Sutomo ditunjuk sebagai ketuanya.

Lahirnya budi Utomo diikuti oleh organisasi lainnya seperti Sarikat Islam, Perhimpunan Indonesia, Indische Partij, Indische Social Democratische Vereniging.

Selain itu ada Partai Nasional Indonesia, Permufakatan Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, Gabungan Politik Indonesia, Partai Indonesia Raya.

Persiapan Proklamasi 

Pada tahun 1939-1945 berkemuklah Perang Dunia kedua (PD II).

Pada saat itu Jepang terlibat di medan Asia Pasifik dengan lawannya Sekutu.

Indonesia lepas dari jajahan Belanda dan berhasil dikuasai oleh Jepang pada tahun 1942.

Agar mendapat simpati dan bantuan rakyat Indonesia dalam Perang Pasifik, Jenderal Kuniaki Koiso memberikan janji kemerdekaan kepada rakyat Indonesia.

Sebagai realisasinya dibentuk BPUPKI yang kemudian berganti menjadi PPKI.

Jepang semakin terjepit setelah dua kota di Jepang dibom atom oleh Sekutu.

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom yang dijuluki little boy dijatuhkan di kota Hiroshima dan menewaskan 129.558 orang.

Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945 kota Nagasaki dibom atom oleh Sekutu.

Akibat Jepang menjadi tidak berdaya sehingga pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Kepastian berita kekalahan Jepang terjawab ketika tanggal 15 Agustus 1945 dini hari.

Sekutu mengumumkan bahwa Jepang sudah menyerah tanpa syarat dan perang telah berakhir.

Sehingga di Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan (vacuum of power).

Adanya kekosongan kekuasaan menyebabkan munculnya pertikaian antara golongan muda dan golongan tua mengenai masalah kemerdekaan Indonesia.

Golongan muda menginginkan agar proklamasi kemerdekaan segera dikumandangkan.

Mereka menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hal dan soal rakyat Indonesia sendiri, tidak dapat digantungkan kepada bangsa lain.

Sedangkan golongan tua menginginkan proklamasi kemerdekaan harus dirapatkan dulu dengan anggota PPKI.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 pagi, Soekarno dan Hatta tidak dapat ditemukan di Jakarta.

Mereka telah dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil yang terletak sebelah Utara Karawang.

Peristiwa ini lebih dikenal dengan nama peristiwa Rengasdengklok.

Tujuannya adalah agar para petinggi PPKI tersebut tidak dipengaruhi oleh Jepang.

Pertemuan di Regasdengklok menyepakati bahwa Kemerdekaan Indonesia akan diproklamirkan pada esok harinya, yaitu tanggal 17 Agustus 1945.

Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Baca Juga: Materi USBN IPS GeografiEkonomi dan Sosiologi SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru

Prediksi Soal USBN IPS Geografi bagian pertama dan kedua.

Materi ini masih jauh dari sempurna oleh sebab itu anda tetap harus membaca selengkapnya melalui BSE yang anda miliki.

Demikianlah Materi USBN IPS Sejarah SMP MTS Sesuai Kisi Kisi Terbaru, semoga bermanfaat bagi anda yang akan mengikuti USBN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *