Bertema.com – Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka.
Pada kesempatan ini admin Bertema.com akan berbagi informasi terkait Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka.
Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka merdeka belajar merdeka mengajar profil pelajar Pancasila
dapat digunakan sebagai rujukan ataupun acuan bagi para Guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar.
Pembelajaran Paradigma Baru
Pembaharuan pembelajaran bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang sudah dimulai pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Karena itu, pembelajaran paradigma baru pun disertai dengan penyesuaian kurikulum ke Kurikulum Merdeka.
Struktur kurikulum ini didasari tiga hal yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel dan karakter Pancasila.
Selain itu, struktur kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan pun kembali dikuatkan.
Pembelajaran paradigma baru memastikan praktik pembelajaran untuk berpusat pada peserta didik.
Dengan paradigma baru ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.
Pembelajaran paradigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Pada pembelajaran paradigma baru, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu
segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka
Pengajaran Sesuai dengan Tingkat Kemampuan
Pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan adalah pendekatan belajar yang berpusat pada peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan mereka, bukan pada pada tingkatan kelas.
Apa tujuan pengajaran ini?
- Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hajar Dewantara yang berpusat pada peserta didik
- Peserta didik lebih kuat kemampuan numerasi dan literasinya
- Pengetahuan pada tiap mata pelajaran peserta didik juga lebih kuat
Bagaimana pengelompokan peserta didik?
Peserta didik dikelompokkan berdasarkan fase perkembangan.
Apa itu fase perkembangan?
Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. Setiap proses pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhan peserta didiknya.
Sekolah Reguler
1. Fase A: SD Kelas 1-2
2. Fase B: SD Kelas 3-4
3. Fase C: SD Kelas 5-6
4. Fase D: SMP Kelas 7-9
5. Fase E: SMA Kelas 10
6. Fase F: SMA Kelas 11-12
Sekolah Luar Biasa
Untuk SLB, capaian pembelajaran memakai acuan usia mental yang ditetapkan melalui asesmen.
1. Fase A: usia mental = 7 tahun
2. Fase B: usia mental +/- 8 tahun
3. Fase C: usia mental +/- 8 tahun
4. Fase D: usia mental +/- 9 tahun
5. Fase E: usia mental +/- 10 tahun
6. Fase F: usia mental +/- 10 tahun
ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka
Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, & Usia Kronologis
Fase A
1. Jenjang / Kelas: SD (1-2)
2. Usia Kronologis: kurang dari 6-8 tahun
3. Usia Mental: kurang dari 7 tahun
Fase B
1. Jenjang / Kelas: SD (3-4)
2. Usia Kronologis: 9-10 tahun
3. Usia Mental: +- 8 tahun
Fase C
1. Jenjang / Kelas: SD (5-6)
2. Usia Kronologis: 11-12 tahun
3. Usia Mental: +- 8 tahun
Fase D
1. Jenjang / Kelas: SMP (7-9)
2. Usia Kronologis: 13-15 tahun
3. Usia Mental: +- 9 tahun
Fase E
1. Jenjang / Kelas: SMA (10)
2. Usia Kronologis: 16-17 tahun
3. Usia Mental: +- 10 tahun
Fase F
1. Jenjang / Kelas: SMA (11-12)
2. Usia Kronologis: 17-23 tahun
3. Usia Mental: +- 10 tahun
Baca Juga: LENGKAP: Latihan Soal AKM Kelas 1-12 Fase A-F dengan Kunci Jawabannya
ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka
Bagaimana menentukan kemajuan hasil belajar di metode ini?
Kemajuan hasil belajar peserta didik Anda dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Peserta didik yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan dari Anda agar tercapai capaian pembelajarannya.
Bagaimana tahapan metode pengajaran ini?
Asesmen Diagnostik
Peserta didik Anda akan melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, tahap pencapaian pembelajaran, dan hal mendasar lainnya.
Perencanaan
- Pada tahap ini, Anda akan menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen diagnostik.
- Selain itu, Anda akan melakukan pengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan yang sama.
Pembelajaran
- Selama proses pembelajaran, Anda akan mengadakan asesmen formatif secara berkala.
- Sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran, di akhir proses pembelajaran, Anda akan melakukan asesmen sumatif. Asesmen ini juga akan memudahkan Anda untuk merancang projek berikutnya bagi peserta didik.
Baca Juga: Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran
Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran paradigma baru, perlu adanya pembaharuan dalam pengorganisasian pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.
Kewenangan Pemerintah Pusat
- Struktur kurikulum
- Profil Pelajar Pancasila
- Capaian pembelajaran
- Prinsip pembelajaran dan asesmen
Kewenangan Satuan Pendidikan
- Visi, misi, dan tujuan sekolah
- Profil pelajar di satuan pendidikan
- Kebijakan lokal terkait kurikulum
- Proses pembelajaran dan asesmen
- Pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan
- Pengembangan perangkat ajar
Baca Juga: Panduan Desain Pengembangan Soal AKM
Beberapa prinsip dalam pengembangan struktur Kurikulum Merdeka:
Struktur Minimum
Struktur kurikulum minimum ditetapkan tapi satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai visi misi dan juga sumber daya yang tersedia.
Otonomi
Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
Sederhana
Perubahan yang terjadi adalah seminimal mungkin dengan beberapa aspek yang berubah secara signifikan dari kurikulum sebelumnya. Tapi, tujuan, arah perubahan, dan rancangannya jelas dan mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.
Gotong Royong
Pengembangan kurikulum dan bahan ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, di antaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
Baca Juga: Struktur Kurikulum SMP Merdeka Belajar
ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka
Capaian pembelajaran Matematika Fase C
Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir fase C,
1. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian). bilangan bulat, bilangan pecahan, persen, dan bilangan desimal, serta hubungannya, menentukan posisinya pada garis bilangan. serta menghitung pangkat dua, akar pangkat dua, pangkat tiga, dan akar pangkat tiga suatu bilangan cacah dan desimal.
2. Peserta didik dapat menyelesaikan menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan sederhana menggunakan berbagai bentuk representasi visual Simbol dan kalimat matematika (aljabar). serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola obyek atau bilangan.
3. Peserta didik dapat menghitung luas berbagai bentuk bangun datar dan gabungannya, menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang (kubus dan balok). dan gabungannya serta enjelaskan perbandingan dua besaran yang berbeda terkait dengan kecepatan dan debit.
4. Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri bangun ruang (limas, kerucut, bola), serta menemukan dan membuat jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok).
5. Peserta didik juga dapat membaca, menyajikan, dan menganalisis data banyaknya benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk bentuk gambar, piktogram. diagram batang, diagram lingkaran, tabel frekuensi, diagram garis, serta pengolahan data (Mean dan sebaran data).
ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran per Elemen
Bilangan
Pada akhir fase C,
a. Peserta didik dapat mengeneralisasi pemahaman mengenai urutan bilangan bulat dan nilai tempat, memperkirakan dan menghitung hasil penjumlahan dan pengurangannya. dengan cara mengelompokkan menurut nilai tempat dan strategi perhitungan lainnya, serta melakukan operasi perkalian dan pembagiannya dalam konteks uang.
b. Peserta didik juga dapat memodelkan bilangan pecahan, persen, dan desimal dalam berbagai bentuk representasi visualnya, menentukan posisinya pada garis bilangan. menentukan hubungan, membandingkan, mengurutkan, dan menghitung hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagiannya.
c. Peserta didik juga dapat menghitung hasil pangkat dua dan pangkat tiga dari suatu bilangan desimal (satu angka di belakang koma). memodelkan bilangan bulat dan operasinya dalam berbagai bentuk representasi visual, dan mendeskripsikan konsep bilangan bulat negatif dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Aljabar
Pada akhir fase C,
Peserta didik dapat menuliskan, menggambarkan, dan menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan sederhana menggunakan berbagai bentuk representasi visual, simbol. dan pernyataan matematika serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola obyek atau bilangan, serta menggunakan rasio untuk menentukan bilangan yang tidak diketahui.
Pengukuran
Pada akhir fase C,
a. Peserta didik dapat menghitung luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, segibanyak, dan lingkaran) serta gabungannya, menghitung luas permukaan dan volume kubus dan balok serta gabungannya.
b. Peserta didik juga dapat menjelaskan perbandingan dua besaran yang berbeda terkait dengan kecepatan dan debit serta menggunakan satuannya.
Geometri
Pada akhir fase C,
a. Peserta didik dapat mengklasifikasi berbagai bangun datar sesuai dengan ciri-cirinya dan membandingkan berbagai bentuk bangun ruang dari limas, kerucut, dan bola.
b. Peserta didik juga dapat menghubungkan bangun ruang sederhana (kubus dan balok) dengan jaring-jaringnya.
Analisis Data dan Peluang
Pada akhir fase C,
a. Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyaknya benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar. piktogram, diagram batang, diagram lingkaran, tabel frekuensi, diagram garis, serta pengolahan data (Mean dan sebaran data).
b. Peserta didik menggunakan pecahan, desimal dan persen untuk menyatakan peluang sebuah kejadian.
Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 dapat Anda baca dan diunduh melalui tautan di bawah ini.
Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6
[UNDUH Model 1] [UNDUH Model 2] [UNDUH Model 3]
ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6 Kurikulum Merdeka
Bagi Anda yang membutuhkan Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase lainnya dapat mengunduhnya melalui tautan di bawah ini.
1. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase A Kelas 1 dan 2 [UNDUH]
2. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase B Kelas 3 dan 4 [UNDUH]
3. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase D Kelas 7-9 [UNDUH]
4. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase E Kelas 10 [UNDUH]
5. Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase F Kelas 11 dan 12 [UNDUH]
Demikian Contoh Alur dan Tujuan Pembelajaran ATP Matematika Fase C Kelas 5 dan 6, Semoga bermanfaat.
