Tips Mengembangkan Diri Menjadi Guru Profesional

Bertema.com- Tips Mengembangkan Diri Menjadi Guru Profesional.

Dewasa ini profesi guru menjadi salah satu pekerjaan yang cukup favorit di kalangan generasi muda.

Hal ini terlihat dari banyaknya perguruan tinggi yang membuka jurusan ilmu pendidikan dengan berbagai cabang disiplin ilmu.

Antusiasme di kalangan generasi muda untuk menjadi guru dilatarbelakangi oleh berbagai alasan.

Misalnya alasan ketersediaan lapangan pekerjaan, jam kerjanya tidak full time, serta adanya tunjangan sertifikasi guru dengan besaran satu kali gaji.

Namun, sebenarnya menjadi guru sejatinya merupakan panggilan hati nurani.

Panggilan untuk mengabdikan ilmu yang dimilki, sehingga tidak semata-mata karena alasan ekonomi.

Guru yang demikian akan memiliki jiwa profesional ketimbang menjadi guru karena terpaksa, sebab tidak ada pekerjaan lain.

Tips Mengembangkan Diri Menjadi Guru Profesional.

Beberapa dekade yang lalu profesi guru hanya dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat kita.

Profesi guru kurang diminati -meski profesi mulia- karena secara ekonomi memang kehidupan guru sangat pas-pasan.

Masih ingatkah anda dengan lagu Iwan Fals yang berjudul “Oemar Bakri?”

Iwan Fals mencoba menggambarkan sosok guru ilmu pasti bernama Oemar Bakri.

Seorang guru yang lugu, cukup lama mengabdi tetapi seperti dikebiri.

Lirik lagu Oemar Bakri tersebut menggambarkan kondisi guru pada waktu itu.

Lain halnya dengan saat ini, profesi guru saat ini menjadi banyak peminatnya.

Karena guru dianggap pekerjaannya ringan tetapi gajinya besar.

Memang betul, nampaknya tugas guru itu ringan, namun sejatinya merupakan investasi jangka panjang.

Hasil jerih payah guru tidak dapat dilihat satu atau dua tahun ke depan, hasilnya nampak puluhan tahun yang akan datang.

Selain itu pekerjaan guru tidak dapat ditunda, apalagi dilimpahkan kepada orang lain.

Hal ini berbeda dengan pekerjaan kantoran yang dapat ditunda pengerjaannya.

Sebetulnya hal inilah yang membedakan antara profesi guru dengan profesi lainnya.

Dalam pepatah jawa, seorang guru haruslah dapat digugu (dipercaya) dan ditiru (diteladani).

Guru tidak hanya sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

Lebih dari itu, sikap, tindak tanduk dan perilaku guru harus dapat dijadikan teladan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Selain itu guru juga harus dapat menggali dan megembangkan bakat dan kemampuan peserta didik.

Seturut dengan apa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantoro. Guru hendaknya memiliki sifat “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani”.

Maksudnya adalah seorang guru hendaknya memposisikan diri sebagai teladan, penasihat, pembimbing dan motivator bagi peserta didiknya.

Dengan demikian guru adalah tenaga profesional yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai dan mengevaluasi.

Guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh profesi keguruan.

Kompetensi yang harus dimiliki adalah pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial.

Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik.

Hal ini bertujuan agar peserta didik mampu mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Untuk Kompetensi professional, seorang guru harus menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran.

Dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya.

Tips Mengembangkan Diri Menjadi Guru Profesional.

Sedangkan Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.

Sehingga  menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

Terakhir Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik.

Juga dengan tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Keempat kompetensi tersebut harus dimiliki oleh seorang guru secara holistik dan harus selalu ditingkatkan setiap saat.

Setiap orang tentu bisa menjadi guru.

Namun untuk menjadi profesional diperlukan kerja keras dan cerdas.

Berikut tips yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan profesionalisme guru.

1. Menyiapkan perencanaan pembelajaran.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah menyusun perencanaan pembelajaran.

Di dalam perencanaan ini guru harus menuangkan semua yang akan dilakuan pada saat pelaksanaan pembelajaran.

Mulai dari pembukaan, strategi dan metode pembelajaran, media yang akan digunakan kegiatan inti dan penutup.

Perencanaan yang baik memiliki andil yang cukup besar bagi keberhasilan pembelajaran.

Tips Mengembangkan Diri Menjadi Guru Profesional

2. Melaksanakan pembelajaran secara efektif.

Proses pembelajaran yang efektif dapat terjadi apabila guru mampu:

1. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Dengan demikian proses belajar mengajar berada dalam koridor yang terencana, tidak melebar kemana-mana.

2. Mengelola kelas menjadi sebuah interaksi antara guru dengan peserta didik dengan menyenangkan.

Guru professional dan tampil dengan optimal harus mampu mengelola kelas, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan.

Ujung-ujungnya adalah kelas menjadi mudah dikelola oleh guru.

Dalam konteks kurikulum 2013, peran guru bukan lagi sebagai penebar ilmu pengetahuan.

Melainkan guru bertugas sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.

Peserta didik diharapkan dapat mengkonstruksi ilmu yang diperolehnya, sedangkan guru memberikan penguatan.

Dalam hal ini guru juga harus mampu memberikan pencerahan, mengelola kelas dengan bijaksana serta mengembangkan karakter saling menghargai dan menghormati.

3. Menerapkan strategi pembelajaran dengan tepat.

Terkait dengan strategi pembelajaran, mendidik merupakan interaksi dengan nuansa pengulangan materi pembelajaran.

Guru harus menyadari bahwa setipa anak memiliki kemampuan dan daya nalar yang berbeda.

Oleh karena itu guru harus memiliki sifat penyabar, mungkin harus sering memberikan pengulangan demi keberhasilan peserta didik.

4. Memberikan umpan balik kepada peserta didik, hal ini didasarkan pada perbedaan yang dimiliki oleh peserta didiknya.

Kegiatan ini dapat digunakan oleh guru sebagai ajang refleksi atas gagal atau berhasilnya kegiatan pembelajaran.

5. Selalu belajar

Bagaimanapun juga guru adalah sosok manusia yang memiliki kelemahan, oleh sebab itu harus selalu belajar.

Jangan sampai guru ketinggalan informasi dibandingkan peserta didiknya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menuntut guru selalu meng’update’ pengetahuan baik melalui media masa, cetak amupun elektronik.

Sehingga guru tidak akan ketinggalan informasi, dan tertanam semboyan belajar seumur hidup.

Tips Mengembangkan Diri Menjadi Guru Profesional

3. Meningkatkan kinerja diri (self Performance)

Upaya peningkatan kinerja diri guru dilakukan di samping untuk kepentingan profesionalitas, juga berguna bagi pengembangan karir guru.

Dalam hal ini untuk dapat naik pangkat, seorang guru wajib memiliki nilai pengembangan diri yang besarannya berbeda untuk setiap golongan.

Peningkatan kinerja diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan:

a. Pengembangan diri

Merupakan salah satu upaya  yang dilakukan oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan profesionalitasnya.

Dengan demikian guru akan mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tuntutan perundang-undangan.

Akhirnya guru diharapkan akan lebih baik dalam melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam pembelajaran/pembimbingan.

Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua jenis, yaitu diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru.

Diklat fungsional merupakan kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi yang ditetapkan.

Kegiatan kolektif guru merupakan kegiatan guru dalam pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi.

b. Publikasi ilmiah

Adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Yang termasuk ke dalam katergori publikasi ilmiah adalah

(1) karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolah.

(2) tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan.

(3) publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru.

(4) penyusunan modul/diklat pembelajaran.

c. Karya inovatif

Merupakan karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Yang termasuk ke dalam karya inovatif ini,

(1) penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks dan/atau sederhana.

(2) penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana. (3) membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum.

(4) penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya.

Jika anda tertarik untuk menjadi guru professional, cobalah tips di atas.

Pepatah banyak jalan ke Roma, berlaku pula dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru.

Artinya tips tersebut hanya sebagian kecil, dan masih banyak cara untuk dapat memperoleh gelar sebagai guru profesional.

Baca juga: cara menyusun soal usbn dengan Higher Order Thinking Skills

Demikianlah sekelumit informasi tentang Tips Mengembangkan Diri Menjadi Guru Profesional, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: