Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Bertema.com – Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Pemerintah telah memberlakukan pembatasan sosial baik itu berupa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) maupun Pembatasan Sosial Bersala Besar (PSBB).

Setelah kurang lebih berjalan 3 bulan, mulai dikumandangkanlah kegiatan New Normal (Normal Baru).

Pelaaksnaan New Normal di sekolah bisa dilakukan  dengan 19 item syarat yang sudah disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dengan demikian apabila ada sekolah yang ingin kembali menggelar kegiatan belajar mengajar di sekolah harus menerapkan 19 syarat tersebut.

Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Berikut ini ke- 19 item syarat apabila sekolah ingin melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) model tatap muka.

1. Proses Skrining Kesehatan

Pendidik dan tenaga kependidikan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru dan pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengajar/bekerja di sekolah.

Para  Pendidik dan tenaga kependidika tersebut dapat diberikan opsi Work From Home (WFH).

2. Skrining Zona Lokasi

Skrining zona tempat tinggal guru dan karyawan.

Jika tinggal di zona merah disarankan bekerja di lokasi sekolah dekat tempat tinggalnya.

3. Lakukan Test Covid-19

Disarankan test dengan metode RT-PCR sesuai standar WHO.

Apabila secara teknis terdapat keterbatasan biaya, maka dapat dilakukan opsi pooling test dengan jumlah sampel kurang dari 30.

4. Tanda Lulus Skrining

Guru dan karyawan yang sudah lolos tahapan skrining diberi tanda.

5. Sosialisasi Virtual

Sosialisasi virtual, seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, lakukan pola baru ke orang tua, siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan.

6. Atur Waktu KBM

Waktu kegiatan belajar mengajar waktu kegiatan belajar diatur sedemikian rupa, sehingga tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dan mengurangi durasi waktu di sekolah.

7. Data dan Cek Kondisi

Pendidik wajib mendata dan mengecek kondisi siswa dan orang tua siswa secara virtual sebagai skrining awal.

Apabila ditemukan siswa atau orang tua siswa yang sakit diberikan keringanan tetap belajar dari rumah, hingga dokter menentukan sehat.

8. Posisi Duduk Siswa

Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Bila memungkinkan pakai pembatas plastik.

9. Guru Tetap

Guru tidak berpindah kelas, guru kelas diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas.

Untuk guru SMP yang mengampu mata pelajaran maka dapat dilakukan perpindahan dalam proses belajar mengajar dengan mengacu protokoler kesehatan.

10. Jaga Jarak Ideal

Menjaga jarak guru dari siswa dan tidak mobile, sesuai dengan mengacu protokoler kesehatan.

11. Melakukan Skrining Harian

Skrining harian dilakukan oleh siswa, guru, dan staf lewat handphone.

Jika suhu di atas 38 derajat, batuk pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain,maka jangan ke sekolah.

Fasilitasi kontak Puskesmas, klinik, atau RS terdekat.

12. Tidak Berkumpul

Pengantar atau penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul.

Hanya berhenti, menurunkan penumpangnya, kemudian pergi tinggalkan sekolah.

13. Skrining Fisik

Skrining dilakukan di pintu masuk sekolah, untuk guru, siswa dan karyawan yang meliputi cek suhu tubuh, masker dan tidak tampak sakit.

14. Penerapan PHBS

Aturan pola sekolah baru, mengadopsi upaya pencegahan Covid-19.

Meliputi wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan westafel dan hand sanitizer.

Tidak ada pedagang luar atau kantin, siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah. Tidak boleh tukar makanan dan tempat makanan antar siswa.

15. Informasi

Informasi pencegahan Covid-19 harus dipasang di gerbang sekolah dan kelas.

16. Disinfektan

Menjaga kebersihan gagang pintu, kebersihan keyboard, kebersihan komputer, kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfeksi setiap hari, termasuk lingkungan sekolah.

17. Penutup Tempat Bermain

Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul.

18. WFH

WFH bagi guru yang bepergian, karyawan, siswa yang pulang bepergian ke luar kota dan luar negeri. Mereka diberi waktu WFH atau belajar di rumah selama 14 hari.

19. Pemberdayaan UKS

Sekolah harus menyiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah pemerintah daerah wajib menurunkan petugas medis secara berkala ke sekolah.

Juga secara reguler dilakukan pemeriksaan secara sampling di sekolah. Aturan spesifikasi lain disesuaikan dengan lokasi dan kondisi.

Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Tujuan Panduan Pembelajaran bagi Guru di Era Kenormalan Baru:

1. Memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pembelajaran yang berkualitas di satuan pendidikan.
2. Mencegah terjadinya penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan.

Ketentuan Pembukaan Sekolah

Syarat mengacu pada Panduan Pembukaan Kembali Satuan Pendidikan
1. Daerah dengan status hijau/biru
2. Kesiapan sekolah
Faktor untuk Dipertimbangkan 
1. Guru diatas usia 45 tahun mengikuti pemeriksaan oleh Satgas Sekolah
2. Guru melakukan pemetaan murid yang tinggal serumah dengan orang yang berusia 60 tahun dan melaporkan kepada kepala sekolah.

Kegiatan Persiapan Pembelajaran

AktivitasKeluaran
Identifikasi dan kesiapan guru melakukan pembelajaran.Daftar penugasan guru
Persiapan strategi dan model pembelajaran, serta jadwal
akademik.
RPP (tujuan, kegiatan & asesmen)
dan Jadwal Akademik
Pembagian kelompok belajar dan jadwal belajar untuk murid.Daftar kelompok belajar & jadwal belajar
Persiapan pola komunikasi antara sekolah dengan orangtua dan muridJadwal dan susunan acara pertemuansosialisasi orangtua dan murid
Sosialisasi pembukaan kembali sekolah & pembelajaran
kenormalan baru kepada orangtua dan murid
Daftar hadir

 Pola Pembukaan Sekolah

Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

  Ketentuan Khusus untuk Sekolah dengan Kelas Paralel   

1. Kelompok belajar yang masuk harus sesuai dengan jumlah ruangan dan jumlah guru yang bertugas
2. Apabila ada giliran masuk antar kelompok belajar, maka jeda antar kelompok belajar awal dengan kelompok belajar berikutnya adalah 1 jam untuk memastikan kelompok belajar awal sudah meninggalkan sekolah sebelum kelompok belajar berikutnya masuk ke area sekolah.
3. Kepala sekolah bertanggung jawab memastikan murid masuk gerbang sekolah langsung menuju ruangan kelas masing-masing dan setelah selesai belajar langsung meninggalkan area sekolah.
4. Sebelum pembelajaran, setiap guru yang bertugas berdiri di depan kelas untuk menyambut dan memastikan murid langsung memasuki kelas dan mengikuti protokol kesehatan.
5. Selesai pembelajaran, setiap guru yang bertugas berdiri di depan kelas untuk memantau dan memastikan murid langsung meninggalkan kelas menuju gerbang sekolah.

Prinsip Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

1. Orientasi pada Anak. Guru memastikan kepentingan anak dalam hal ini kesehatan fisik dan psikososial murid sebagai prioritas utama.
2. Adaptif. Guru melakukan modifikasi target dan cara pembelajaran menyesuaikan dengan kondisi darurat yang belum pasti kapan berakhirnya.
3. Terpadu. Guru memadukan pertemuan tatap muka (PTM) dengan pertemuan jarak jauh (PJJ).
Utamakan PTM untuk melakukan kegiatan belajar yang esensial yaitu diskusi, refleksi dan praktik.
Utamakan PJJ untuk menyampaikan materi belajar. Prioritas pelajaran diajarkan melalui PTM untuk
sekolah dasar dan sekolah menengah: kebahasaan, matematika, dan sains. Untuk SMK, pelajaran prioritas PTM termasuk kelompok kompetensi. Untuk PAUD dan SLB, pelajaran prioritas PTM diatur oleh Kepala Satuan Pendidikan.
4. Pelibatan. Guru melibatkan orangtua sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan baik sebagai penyampai materi, pendamping, penyemangat maupun pemberi umpan balik.
5. Umpan Balik. Guru memastikan mendapatkan informasi dari asesmen awal maupun asesmen formatif sebagai umpan balik untuk melakukan penyesuaian tujuan dan cara pembelajaran.

Siklus Belajar di Fase Transisi

Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Pilihan Cara Pembelajaran Jarak Jauh

1. Pembelajaran Daring: Guru melakukan aktivitas belajar melalui beragam media belajar daring untuk pendampingan belajar.

Pilihan aktivitas:
a. Umpan balik pengerjaan tugas
b. Refleksi proses dan hasil belajar
c. Diskusi kelompok.

2. Guru kunjung: Guru berkunjung ke rumah murid untuk pendampingan belajar.

Pilihan aktivitas:
a. Umpan balik pengerjaan tugas
b. Refleksi proses dan hasil belajar
c. Diskusi kelompok.

Baca Juga: Panduan Pembelajaran Jarak Jauh

Demikian informasi terkait Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru, semoga bermanfaat.