Konsep Berpikir Tingkat Tinggi HOTS

Bertema.com – Konsep Berpikir Tingkat Tinggi HOTS

Berpikir merupakan aktifitas atau kegiatan mencurahkan daya pikir untuk tujuan tertentu yang termasuk pada ranah kognitif.

Di dunia pendidikan berpikir merupakan bagian dari ranah kognitif, dimana dalam hirarki Bloom terdiri dari tingkatan-tingkatan.

Bloom mengkalisifikan ranah kognitif ke dalam enam tingkatan yang dikenal dengan istilah taksonomi Bloom.

Keenam tingkatan tersebut terdiri atas:

  1. pengetahuan (knowledge)
  2. pemahaman (comprehension)
  3. penerapan (application)
  4. mengalisis (analysis)
  5. mensintesakan (synthesis)
  6. menilai (evaluation)

Ranah kognitif di atas merupakan kemampuan peserta didik dalam menyatakan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran.

Proses tersebut berkenaan dengan kemampuan dalam berpikir, mengembangkan pengetahuan, pengenalan, pemahaman, konseptualisasi, penentuan dan penalaran.

Tujuan pembelajaran pada ranah kognitif menurut Bloom, merupakan segala aktivitas pembelajaran yang dikemas menjadi 6 tingkatan.

Konsep Berpikir Tingkat Tinggi HOT

Oleh karena itu Bloom membagi keterampilan menjadi dua bagian dalam proses kognitif.

Pertama adalah keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) dalam proses pembelajaran, yaitu mengingat (remembering), memahami (understanding), dan menerapkan (applying).

Kedua adalah yang diklasifikasikan ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) berupa keterampilan menganalisis (analysing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating).

Berpikir Tingkat Tinggi HOTS

Oleh Anderson dan Krathwoll taksonomi Bloom direvisi, sehingga merupakan rangkaian proses-proses yang menunjukkan kompleksitas kognitif.

Baca Juga:

3 Level Kognitif yang Wajib Dipahami Guru

Langkah-Langkah Merumuskan Indikator

Cara Menyusun Soal USBN dengan Higher Order Thinking Skills

Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 Penguatan Pendidikan Karakter

Rangkaian proses-proses tersebut menunjukkan kompleksitas kognitif dengan menambahkan dimensi pengetahuan.

Pertama, Pengetahuan faktual

Pengetahuan faktual berisi elemen-elemen dasar yang harus diketahui para peserta didik jika mereka akan dikenalkan dengan suatu disiplin ilmu.

Elemen-elemen tersebut berupa simbol – simbol yang berkaitan dengan beberapa referensi konkret, untuk menyampaikan informasi penting. Oleh karena itu sebagian besar pengetahuan faktual muncul pada level abstraksi yang relatif rendah.

Terdapat dua jenis pengetahuan faktual yaitu:

  1. Pengetahuan terminologi meliputi nama-nama dan simbol-simbol verbal dan non-verbal tertentu (misalnya kata-kata, angka, tanda, dan gambar).
  2. Pengetahuan yang detail dan elemen-elemen yang spesifik mengacu pada pengetahuan peristiwa, tempat, orang, tanggal, dan sumber informasi.

Kedua, Pengetahuan konseptual

Pengetahuan konseptual tediri atas skema, model mental, atau teori eksplisit dan implisit dalam model -model psikologi kognitif yang berbeda.

Dalam hal ini pengetahuan konseptual terdiri atas tiga jenis:

  1. Pengetahuan klasifikasi dan kategori meliputi kategori, kelas, pembagian, dan penyusunan spesifik yang digunakan dalam pokok bahasan yang berbeda.
  2. Prinsip dan generalisasi cenderung mendominasi suatu disiplin ilmu akademis dan digunakan untuk mempelajari fenomena atau memecahkan masalah.
  3. Pengetahuan teori, model, dan struktur meliputi pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan generalisasi-generalisasi. Serta hubungan-hubungan yang menyajikan pandangan sistemis, jelas, dan bulat mengenai suatu fenomena, masalah, atau pokok bahasan yang kompleks.

Ketiga, Pengetahuan Prosedural

Pengetahuan mengenai bagaimana melakukan sesuatu mulai dari latihan-latihan sampai dengan memecahkan masalah-masalah baru.

Oleh karena itu pengetahuan prosedural sering mengambil bentuk dari suatu rangkaian langkah-langkah yang akan diikuti.

Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan keahlian dan algoritma, serta tehnik, dan metode yang disebut dengan prosedur.

1. Pengetahuan keahlian dan algoritma spesifik suatu subjek

Pengetahuan prosedural dapat diungkapkan sebagai suatu rangkaian langkah- langkah, yang secara kolektif yang harus dilakukan. Konsep Berpikir Tingkat Tinggi HOTS.

Kadangkala langkah-langkah tersebut dibarengi dengan perintah yang pasti, namun adapula keputusan harus dibuat mengenai langkah mana yang dilakukan.

Terkadang dengan cara yang sama hasil akhirnya bias pasti, namun dalam kasus lain hasilnya tidak pasti. Meskipun proses tersebut bisa pasti tetapi secara umum hasil akhir dianggap pasti dalam bagian jenis pengetahuan.

2. Pengetahuan tehnik dan metode spesifik suatu subjek

Bagian jenis pengetahuan ini secara umum menggambarkan bagaimana berpikir dan menyelesaikan masalah-masalah daripada hasil-hasil dari pemikiran atau pemecahan masalah tersebut.

3. Pengetahuan kriteria untuk menentukan kapan menggunakan prosedur- prosedur yang tepat.

Keempat, Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan mengenai kesadaran secara umum sama halnya dengan kewaspadaan dan pengetahuan tentang kesadaran pribadi seseorang.

Yang termasuk ke dalam pengetahuan metakognitif antara lain:

1. Pengetahuan strategi

Pengetahuan strategis adalah pengetahuan mengenai strategi-strategi umum untuk pembelajaran, berpikir, dan pemecahan masalah.

2. Pengetahuan mengenai tugas kognitif, termasuk pengetahuan kontekstual dan kondisional

Para peserta didik mengembangkan pengetahuan mengenai strategi-trategi pembelajaran dan berpikir.

Pengetahuan ini mencerminkan baik strategi-strategi umum apa yang digunakan dan bagaimana menggunakan mereka.

3. Pengetahuan diri

Kewaspadaan diri mengenai kaluasan dan kelebaran dari dasar pengetahuan dirinya merupakan aspek penting pengetahuan diri.

Peserta didik perlu memperhatikan jenis strategi yang berbeda yang lebih tepat untuk tugas tertentu. Tentunta hal ini dapat mendorong ke arah suatu perubahan dalam penggunaan strategi. Konsep Berpikir Tingkat Tinggi HOTS.

Gambar berikut menunjukkan kombinasi dari dimensi pengetahuan dan proses berpikir.

Berpikir Tingkat Tinggi HOTS

Konsep Berpikir Tingkat Tinggi HOTS

Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dikenal dengan Higher Order Thinking Skill (HOTS) dipicu oleh empat kondisi.

a. Sebuah situasi belajar tertentu yang memerlukan strategi pembelajaran yang spesifik dan tidak dapat digunakan di situasi belajar lainnya.

b. Kecerdasan yang tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang tidak dapat diubah, melainkan kesatuan pengetahuan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor tersebut terdiri dari lingkungan belajar, strategi dan kesadaran dalam belajar.

c. Pemahaman pandangan yang telah bergeser dari unidimensi, linier, hirarki atau spiral menuju pemahaman pandangan ke multidimensi dan interaktif.

d. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih spesifik seperti penalaran, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

Demikianlah uraian terkait Konsep Berpikir Tingkat Tinggi HOTS. Seoga bermanfaat.

Sumber: Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi Pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Dirjen GTK Kemdikbud, 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *