6 Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu

Bertema.com – 6 Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu.

Pada kesempatan ini Admin Bertema akan berbagi informasi Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu.

Dengan Memahami Karakteristik Peserta didik ini dapat dijadikan rujukan bagi Bapak Ibu guru Bimbingan Konseling BK dalam menjalankan tugasnya di sekolah.

Bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/

konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai perkembangan secara optimal.

Fasilitasi dimaksudkan sebagai upaya memperlancar proses, karena secara kodrati setiap manusia berpotensi untuk berkembang.

Bimbingan dan konseling saat ini merupakan upaya pengembangan potensi-potensi positif individu.

Semua peserta didik berhak mendapatkan layanan bimbingan dan konseling agar potensi-potensi positif yang mereka miliki berkembang optimal.

Pengembangan potensipotensi positif memungkinkan individu mencapai aktualisasi diri.

Meskipun demikian, paradigma bimbingan dan konseling ini tidak mengabaikan layanan-layanan yang berorientasi pada pencegahan (preventif) dan pengatasan masalah (kuratif).

Upaya mewujudkan potensi peserta didik/konseli menjadi kompetensi dan prestasi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan integratif.

Kompetensi hidup dikembangkan secara isi-mengisi atau komplementer antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran dalam satuan pendidikan.

Setiap peserta didik memiliki potensi (kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik), latar belakang keluarga, serta pengalaman belajar yang berbeda-beda.

Hal ini menyebabkan peserta didik/konseli memerlukan layanan pengembangan yang berbeda-beda
pula.

Baca juga: Panduan Penilaian SD Edisi Revisi – Wajib Dipahami Guru

Perkembangan peserta didik/konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis, maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan.

Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup warga masyarakat, termasuk
peserta didik/konseli.

5 Karakteristik Peserta didik - Guru BK Wajib Tahu

Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu

Pada dasarnya peserta didik/konseli memiliki kemampuan menyesuaikan diri, baik dengan diri sendiri maupun lingkungannya.

Proses penyesuaian diri akan optimal jika difasilitasi oleh pendidik, termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor.

Penyesuaian diri yang optimal mendorong peserta didik/konseli mampu menghadapi masalah-masalah pribadi, sosial, belajar dan karir.

Kondisi lingkungan yang kurang sehat, maraknya tayangan pornografi dan pornoaksi,penyalahgunaan alat kontrasepsi dan obat-obat terlarang,

ketidakharmonisan kehidupan keluarga, dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik/konseli.

Perilaku bermasalah seperti pelanggaran tata tertib sekolah, tawuran antar peserta didik, tindak kekerasan (bullying), meminum minuman keras,

menjadi pecandu narkoba atau NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya), pergaulan bebas (free sex),

dan kekerasan seksual merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan norma kehidupan berbangsa yang beradab.

Perilaku sebagian remaja seperti dipaparkan di atas sangat tidak diharapkan karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan,

seperti tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional, yaitu: beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,

memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu

Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan efektif adalah mengintegrasikan tiga komponen sistem pendidikan

yang meliputi komponen manajemen dan kepemimpinan, pembelajaran yang mendidik, serta bimbingan dan konseling yang memandirikan.

Ketiga komponen tersebut memiliki wilayah garapan sendiri-sendiri yang saling melengkapi dalam
upaya tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Hakikat Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan konseling merupakan komponen integral sistem pendidikan, yang berupaya memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli.

Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan

oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memfasilitasi kemandirian perkembangan peserta didik/konseli yang optimal.

Baca juga: Panduan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan

Sebagai komponen integral, wilayah bimbingan dan konseling yang memandirikan bersinergi dengan wilayah layanan administrasi dan manajemen, serta wilayah kurikulum dan pembelajaran yang mendidik.

Panduan Penyelenggaraan Bimbingan Konseling BK di Sekolah ini memberikan rujukan bagi Bapak Ibu guru BK dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Dengan memahami Panduan ini, diharapkan Bapak Ibu guru BK dapat menjalankan tugas secara optimal, dan mampu membantu peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya.

Baca juga: Panduan Teknik Penilaian Formatif Untuk SMP Edisi Terbaru

Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu

Adapun Karakteristik peserta didik/konseli diartikan sebagai ciri-ciri yang melekat pada peserta didik SMP yang bersifat khas dan membedakannya dengan peserta didik/konseli lain pada satuan pendidikan.

Karakteristik peserta didik/konseli SMP yang perlu dipahami meliputi aspek fisik, kognisi, sosial, emosi, moral, dan spiritual.

1. Aspek Fisik

Fisik peserta didik/konseli SMP tumbuh secara cepat sebagai akibat dari hormon-hormon dan organ tubuh terutama terkait dengan hormon dan organ-organ seksual.

Pertumbuhan fisik yang cepat pada masa ini membawa konsekuensi pada perubahan-perubahan aspekaspek
lainnya seperti seksualitas, emosionalitas, dan aspek-aspek psikososialnya.

2. Aspek Kognitif

Aspek kognitif peserta didik/konseli berubah secara fundamental dibandingkan dengan masa kanak-kanak yang menyebabkan remaja mampu berfikir abstrak.

Akibatnya remaja menjadi kritis sehingga dipersepsi oleh orang dewasa sebagai “pembangkang”, memiliki
rasa ingin tahu yang tinggi, egosentris, dan menganggap orang dewasa tidak dapat memahami mereka.

Hal demikian menyebabkan remaja banyak mengalami konflik dengan orang lain, terutama dengan orang dewasa.

3. Aspek Sosial

Masyarakat memandang peserta didik SMP bukan lagi anak-anak, namun belum juga diakui sebagai individu dewasa.

Keadaan ini membuat peserta didik SMP (remaja) merasa diperlakukan secara tidak konsisten.

Selain itu, remaja juga tidak suka jika diperlakukan seperti kanak-kanak, namun merasa keberatan jika dituntut bertanggung jawab penuh sebagaimana orang dewasa pada umumnya.

4. Aspek Emosi

Peserta didik/konseli SMP pada umumnya memiliki emosionalitas yang labil. Transisi pada aspek fisik, kognitif, dan sosial menyebabkan emosionalitas remaja mudah berubahubah.

Perasaan remaja terhadap suatu obyek tertentu mudah berubah. Keadaan yang demikian jika tidak dipahami dengan baik sangat potensial menimbulkan konflik.

Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu

5. Aspek Moral

Moralitas berisi kemampuan peserta didik membuat pertimbangan tentang baik-buruk, benar-salah, boleh atau tidak boleh dalam melakukan sesuatu.

Aspek ini sangat terkait dengan perkembangan kognitif. Karena aspek kognitif remaja berkembang sangat pesat, maka moralitas remaja juga mengalami perubahan cukup mendasar dibandingkan pada masa kanak-kanak.

Oleh karena itu, peserta didik/konseli SMP sering mempersoalkan hal-hal yang terkait dengan moralitas yang sebelumnya telah dihayati dan diyakini benar.

6. Aspek Religius

Aspek religius berkaitan dengan keyakinan dan pengakuan individu terhadap kekuatan di luar dirinya yang mengatur kehidupan manusia.

Pada masa sebelum SMP, peserta didik menerima keyakinan-keyakinan tersebut secara dogmatis.

Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, peserta didik/konseli SMP sering mempersoalkan religiusitas yang sebelumnya telah diyakini dan dipegang teguh.

Akibatnya, banyak remaja mempersoalkan kembali keyakinan keagamaan mereka, mengalami penurunan ibadah akibat keraguan atas keyakinan sebelumnya.

Di sisi lain, keraguan ini pada beberapa peserta didik SMP mendorong mereka lebih giat mencari informasi dan menguji kembali kebenaran yang mereka yakini.

Baca juga: Panduan Penyelenggaraan BK di Sekolah – Guru BK Wajib Tahu

Demikian informasi 6 Karakteristik Peserta didik – Guru BK Wajib Tahu, semoga bermanfaat bagi para pendidik, kepala sekolah dan prakrisi pendidikan.

%d bloggers like this: